Inflasi Tinggi Sebabkan Krisis Kelaparan pada Anak-Anak di Dunia

Jumat, 13 Okt 2023, 00:04 WIB

WASHINGTON - Hasil survei terhadap 16 negara yang dilakukan oleh kelompok kemanusiaan World Vision International pada Senin (9/10), menyebutkan tingkat inflasi yang tinggi dan meningkatnya biaya hidup berkontribusi terhadap kelaparan di seluruh dunia.

Seperti dikutip dari The Straits Times, survei yang dilakukan menjelang Hari Pangan Sedunia tersebut menemukan bahwa 59 persen orang tua yang disurvei sangat khawatir dengan kelaparan anak dan kekurangan gizi dalam keluarga mereka, dan 46 persen khawatir mengenai uang untuk membeli makanan.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: World Vision International 2023 - KJ/ONES

Ditemukan juga bahwa 37 persen orang tua mengatakan anak-anak mereka tidak menerima nutrisi yang tepat setiap hari dan 21 persen mengatakan anak-anak mereka kelaparan dalam sebulan terakhir.

Persentase anak-anak yang tidur dalam keadaan lapar meningkat menjadi 38 persen di negara-negara berpenghasilan rendah. Di Amerika Serikat, 18 persen responden mengatakan seorang anak tertidur dalam keadaan lapar di rumahnya.

"Kelaparan adalah masalah global, dan tidak hanya terjadi di satu negara atau bagian dunia saja," kata Andrew Morely, Presiden World Vision International, dalam sebuah pernyataan.

Survei juga melibatkan lebih dari 14.000 orang dari semua tingkat pendapatan. Di antara responden yang mengatakan anak-anak mereka tidur dalam keadaan lapar, 46 persen menyebutkan inflasi dan biaya hidup sebagai alasan utama. Dua alasan paling umum berikutnya adalah rendahnya pendapatan rumah tangga (39 persen) dan tidak cukupnya fokus pemerintah dalam mengakhiri kelaparan (25 persen).

Lonjakan harga telah mempengaruhi perekonomian di seluruh dunia karena berbagai faktor, termasuk gangguan terhadap rantai pasokan global akibat pandemi dan dampak perang Russia di Ukraina.

Menurut jajak pendapat Reuters, inflasi yang tinggi secara terus-menerus merupakan kekhawatiran ekonomi terbesar para ekonom tahun ini. Enam belas negara tersebut termasuk Australia, Bangladesh, Brasil, Inggris, Kanada, Jerman, Jepang, Meksiko, Peru, Filipina, Korea Selatan, dan AS dengan mensurvei sekitar 1.000 orang dewasa di setiap negara.

Di Chad, Republik Demokratik Kongo, Irak, dan Malawi, lembaga itu mensurvei sekitar 500 orang di setiap negara.

Inflasi dan peningkatan biaya hidup merupakan penyebab kelaparan anak yang paling banyak disebutkan di 11 dari 16 negara, dan mencapai angka tertinggi sebesar 70 persen di Bangladesh. Namun negara-negara kaya, seperti Kanada (68 persen), Australia (66 persen), dan Inggris (66 persen) juga menyebut harga yang lebih tinggi sebagai penyebab utama.

Daya Beli

Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan masyarakat Indonesia juga merasakan kekhawatiran yang sama terkait pangan dan kesehatan keluarga tersebut.

"Penting bagi pemerintah untuk menjaga nilai inflasi di angka 3 persen seperti saat ini, terlebih inflasi untuk volatile food yang berpengaruh langsung ke daya beli masyarakat," ungkap Huda.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.