- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Gelar Latihan Ma...
Tiongkok Gelar Latihan Maritim di LTS
Kamis, 12 Okt 2023, 02:50 WIBBEIJING - Tiongkok melakukan latihan angkatan laut selama beberapa hari di Laut Tiongkok Selatan (LTS) ketika Filipina mengadakan latihan besar dengan Amerika Serikat (AS) dan negara sekutu lainnya.
"Sejumlah kapal perang dan helikopter dari Komando Armada Wilayah Selatan Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) melakukan latihan tempur ofensif dan defensif yang terkoordinasi di wilayah laut yang berbeda," demikian siaran pers Angkatan Laut Tiongkok yang diposting di akun media sosial WeChat pada Rabu (11/10).
LTS sendiri adalah wilayah tanggung jawab utama Komando Armada Wilayah Selatan PLA.
Menurut rilis tersebut, setidaknya dua kapal perusak berpeluru kendali besar antara lain Tipe 055 Yan'an (106) dan Tipe 052D Hefei (174), serta sebuah kapal selam dan helikopter anti-kapal selam Z-9, turut ambil bagian dalam latihan yang berlangsung beberapa hari tersebut.
"Sebagian besar latihan tersebut difokuskan pada perang anti-kapal selam," ungkap siaran pers Angkatan Laut Tiongkok.
Dalam salah satu skenario, helikopter anti-kapal selam dikerahkan untuk pengintaian bersama dengan sistem sonar kapal perusak. Armada tersebut kemudian dialihkan ke formasi serangan taktis ketika dugaan kapal selam musuh terdeteksi.
Siaran pers tersebut tidak menyebutkan secara spesifik kapan latihan tersebut dilakukan, namun harian Global Times, yang biasanya memiliki informasi lengkap mengenai aktivitas PLA, mengatakan bahwa latihan tersebut terjadi pada saat AS dan Filipina mengadakan latihan militer gabungan Samasama selama 12 hari di perairan Pulau Luzon.
"Sejak Agustus, Filipina telah memprovokasi Tiongkok dengan mengirimkan kapal-kapal untuk masuk tanpa izin ke perairan dekat pulau-pulau dan terumbu karang Tiongkok di LTS dan meningkatkan intersepsi Tiongkok," kata surat kabar tersebut.
Sekitar 1.800 tentara dan enam kapal perang dari AS, Jepang, Inggris, dan Kanada ikut serta dalam latihan gabungan Samasama, yang mencakup fase darat serta perang anti-kapal selam, operasi pencarian dan penyelamatan, serta latihan pertahanan udara.
Latihan multilateral ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama militer antara Filipina, AS, dan negara-negara yang berpikiran sama di tengah meningkatnya ketegasan Tiongkok.
Inisiatif Kerja Sama
Beijing dan Manila telah berselisih mengenai beberapa terumbu karang yang diklaim oleh keduanya di LTS. Filipina menuduh Tiongkok memblokir aksesnya ke Scarborough Shoal dan Second Thomas Shoal, sementara Tiongkok mengatakan Manila berupaya menimbulkan masalah.
Pemerintah Filipina telah mendiskusikan kegiatan bersama dengan negara-negara asing selain AS, khususnya sekutu perjanjian AS yaitu Jepang dan Australia.
Dalam perundingan kepala pertahanan segi empat yang pertama pada Juni lalu, AS, Jepang, Australia, dan Filipina, menyepakati sejumlah inisiatif kerja sama termasuk patroli maritim bersama empat pihak di LTS dalam waktu dekat.
Pada Februari lalu, pemerintah Filipina pimpinan Presiden Ferdinand Marcos Jr memberikan izin kepada militer AS untuk menggunakan empat lokasi tambahan sebagai pangkalan operasional di Filipina, sehingga jumlah lokasi yang sekarang dapat diakses oleh pasukan AS menjadi sembilan.
Manila juga telah melakukan perjanjian kunjungan militer dengan Washington DC dan Canberra, serta berencana untuk mencapai perjanjian ketiga dengan Jepang agar memudahkan Pasukan Bela Diri Jepang memasuki Filipina untuk ikut serta dalam latihan militer bersama. RFA/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Bertani Tidak Lagi Identik dengan Lumpur dan Hidup Pas-pasan, Wamentan: Pertanian Kini Jadi Ladang Cuan dan Miliki Masa Depan Cerah
-
Gubernur Maluku Ajak Umat Islam Jaga Perdamaian di Momentum Maulid Nabi 1447 H
-
Kapal Tiongkok Kandas di Lepas Pantai Pulau yang Diduduki Filipina di LTS
-
Memanas Lagi! Tiongkok dan Filipina Saling Tuding Soal Insiden Tabrakan Kapal di LTS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.