Perkuat Persatuan, Berbagai Elemen Masyarakat di Jabar Ikrarkan Diri Jaga NKRI

Selasa, 10 Okt 2023, 00:58 WIB

Bandung - Perkuat persatuan, berbagai elemen masyarakat di Jawa Barat mulai dari ulama, tokoh masyarakat, pelajar, hingga TNI dan Polri mengikrarkan diri untuk menjaga dan mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengucapan ikrar jaga NKRI yang berisi lima poin itudipimpin anggota Wantimpres Habib Luthfi bin Yahyadan diikuti seluruh peserta yang hadir dalam acara Kirab Merah Putih di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin.

Ikrar pertama adalah wajib bagi segenap unsur masyarakat tersebut untuk mensyukuri atas segala pemberian Tuhan Yang Maha Esa, khususnya Tanah Air Indonesia.

Kedua, wajib bagi segenap unsur masyarakat Jabar untuk menjaga keutuhan NKRI di mana pun berada sampai titik darah penghabisan.

Ketiga, segenap unsur masyarakat Jabar bangga menjadi bangsa Indonesia, bangga memiliki tanah air Indonesia, bangga menjadi anak Indonesia dan bangga bertumpah darah Indonesia.

Keempat, semua unsur masyarakat Jabar siap menghadapi segala bentuk rintangan, hambatan, tantangan, ancaman apa pun yang akan merongrong dan menggoyahkan NKRI.

"Lima, darah yang mengalir dalam tubuh kami menjadi saksi bahwa kami tidak rela jika negara kami dipecah belah oleh siapapun dan dalam bentuk apa pun. Bandung 9 Oktober 2023," ucap Habib Luthfi.

Ditemui selepas acara, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Erwin Djatniko mengatakan acara Kirab Merah Putih ini bertujuanmemperkuat gagasan bahwa NKRI harus menjadi yang utama, terlebih dalam beberapa waktu ke depan akan masuk musim Pemilu 2024.

"Kita semua harus damai dan selalu bersatu. Bagaimana caranya menciptakan pemilu yang damai, penuh dengan kesejukan dan walaupun berbeda kita tetap harus satu karena NKRI itu ada karena perbedaan, bukan karena persamaan. Karena perbedaanlah kita menjadi kuat," kata Erwin.

Erwin mengatakan dengan jumlah penduduk yang besar dibanding daerah lainnya di Indonesia, potensi konflik di Jawa Barat dan Banten memang ada. Namun, dia yakin Jabar akan tetap kondusif dengan kolaborasi TNI-Polri.

"Kami sudah memetakan di mana-mana yang harus kami sentuh. Kami terus pelajari potensi yang ada. Memang potensi konflik itu ada, tapiinsyaallahJabar dan Banten saat pemilu semuanya akan damai," ucapnya.

Di lokasi yang sama, Kabid Humas Polda Jabar Komisaris Besar PolisiIbrahim Tompo mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upayamempererat dan memperkuat kebangsaan dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas mendekati pemilu.

"Mengingat mendekati pemilu memang banyak hal-hal yang kadang-kadang timbul friksi-friksi, timbul informasi-informasi hoaks yang akhirnya menyesatkan masyarakat. Karenanya dengan kegiatancooling systemini, kami mengajak masyarakat untuk menjaga keutuhan bangsa. Dengan melaksanakan pemilu tanpa adanya hal-hal yang akan memecah belah bangsa," ucapnya.

Mengenaipotensi konflik di Jawa Barat, Ibrahim mengindikasikan bahwa setiap daerah dan tempat memiliki potensi tersebut mengingat isu yang "digoreng" oleh orang yang berkepentingan tetap bisa masuk.

Dampaknya akan membuat masyarakat tersesat dan membagi masyarakat dalam beberapa kelompok yang akhirnya menjadi antipati di antara kelompok tersebut hingga ada kemungkinan tercipta gesekan dan mengganggu kamtibmas.

"Apalagi menghadapi pemilu ini. Jadi, kita mengajak masyarakat untuk kompak dalam menghadapi Pemilu 2024. Kita laksanakan pemilu dengan aman dan kondusif tanpa adanya hoaks yang akhirnya menjadi pemecah belah bangsa," ucapnya.

Untuk pengamanan pemilu, Ibrahimmengatakan Polri dibantu TNI akan melakukan pengamanan dengan penyebaran personel secara intensif sejak masa pendaftaran calon yang akan berlangsung beberapa waktu ke depan.

"Jadi, sejak mulai pendaftaran kami melaksanakansettingpengamanan dansetting-an pengamanan itu dilaksanakan mulai dari tingkat mabes, polda, polres sampai tingkat polsek, karena TPS(tempat pemungutansuara) otomatis berada pada lingkup masyarakat," katanyamenambahkan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.