Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wapres: Penanganan 'Stunting' Jangan Terganggu Tahun Politik

📅 Sabtu, 07 Okt 2023, 01:10 WIB | Oleh:
Wapres: Penanganan 'Stunting'  Jangan Terganggu Tahun Politik Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Percepatan Penurunan Stunting -- Wakil Presiden Ma’ruf Amin (kanan) menerima buku laporan dari Kepala BKKBN selaku Ketua Tim Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Hasto Wardoyo (kiri) pada Rapat Koordinasi Nasional Apresiasi dan Komitmen Nyata Percepatan Penurunan Stunting di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (6/10).

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin meminta penanganan stunting tetap berjalan dan jangan sampai terganggu tahun politik. Menurutnya, pergantian tampuk kepemimpinan di pusat dan daerah harus mengakomodasi percepatan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan.

"Jadi tahun politik, pemilu, pergantian kepemimpinan, stunting harus jalan. Saya kira prinsipnya itu," ujar Ma'ruf, dalam Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2023, di Jakarta, Jumat (6/10).

Wapres menerangkan, penurunan stunting selama 4 tahun terakhir menunjukkan bahwa komitmen politik pemimpin di pusat dan daerah amatlah penting. Komitmen politik pemimpin akan memastikan adanya mobilisasi sumber daya yang diperlukan, mendorong perbaikan koordinasi di lapangan, dan implementasi pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran.

Wapres meminta Penanggung Jawab (PJ) Gubernur, Bupati, Walikota, serta seluruh organisasi perangkat daerah untuk betul-betul mengawal pelaksanaan program tahun depan. Menurutnya, mereka harus memastikan penurunan stunting tetap menjadi program prioritas pada saat transisi pemerintahan nanti.

"Komitmen politik yang kuat akan semakin mendekatkan kita pada pencapaian target untuk menghilangkan segala bentuk masalah gizi, termasuk stunting dari bumi Indonesia pada tahun 2030 sebagaimana target tujuan pembangunan berkelanjutan," katanya.

Wapres mengatakan cakupan dan kualitas dari sejumlah intervensi stunting masih perlu ditingkatkan untuk mempercepat penurunan prevalensi kasus di angka 14 persen pada 2024. "Terlepas dari tren penurunan stunting dalam empat tahun terakhir ini, saya mendapat laporan, masih ada beberapa intervensi yang harus ditingkatkan cakupan dan kualitas pelaksanaannya," kata Wapres.

Meski angka stunting balita di Indonesia turun dari 30,8 persen (2018) menjadi 21,6 persen (2022), kata Wapres, tapi capaian itu masih perlu intervensi optimal untuk mencapai angka 14 persen pada 2024.

Usulan Program

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengusulkan tiga poin untuk percepatan penurunan stunting 3,8 persen pada tahun ini. Pertama, mengusulkan penambahan provinsi prioritas dari 12 menjadi 17 provinsi.

Kedua, kata dia, fokus konvergensi menggunakan Dana Desa serta optimalisasi Program Keluarga Harapan untuk pemberian makanan tambahan bagi keluarga beresiko stunting dan makanan tambahan produk lokal. Ketiga, penguaran program pendataan.

"Tren penurunan stunting cukup menggembirakan meskipun tidak sepenuhnya mencapai target akan tetapi kami pun juga masih bisa optimistis di mana target 14 persen pada tahun 2024 dengan target penurunan nanti 3,8 persen per tahun," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.