Ayo Gencarkan Kampanye Diversifikasi Pangan ke Masyarakat

Jumat, 06 Okt 2023, 00:34 WIB

Banda Aceh - Dinas Pangan Pemerintah Provinsi Aceh terus melakukan kampanye gerakan diversifikasi atau atau penganekaragaman pangan kepada masyarakat, agar tidak hanya terfokus untuk mengonsumsi satu komoditas pangan seperti beras, mengingat masih banyak produk sumber karbohidrat lainnya.

"Program khusus (diversifikasi) sudah ada di kita, tapi baru sebatas ajakan dan imbauan, untuk edukasi kepada masyarakat. Bahkan ada slogan kita, kenyang tidak harus nasi. Jadi boleh makan sumber karbohidrat yang lain," kata Plt Kepala Dinas Pangan Aceh Surya Rayendra di Banda Aceh, Kamis.

Ia mengatakan ada banyak produk karbohidrat lain yang dapat dikonsumsi masyarakat sehingga tidak hanya ketergantungan dengan beras. Beberapa di antaranya seperti jagung, ketela, sukun, kentang, ubi jalar, dan lainnya. Apalagi komoditas ini banyak didapatkan di wilayah Aceh.

Surya menilai diversifikasi pangan sangat bagus untuk diterapkan di tengah masyarakat. Apalagi di tengah harga beras mahal, akibat menurunnya produksi padi yang dipicu pengaruh cuaca, perubahan iklim maupun dampak bencana alam lain, sehingga harus ada sikap untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras.

Misalnya seperti di Aceh, kata Surya, masyarakat umumnya makan nasi tiga kali sehari maka pola diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan mengurangi porsi makan nasi. Jadi sebelum tiba waktu makan nasi, maka sudah lebih dulu mengonsumsi ubi, ketela, jagung, kentang atau sumber karbohidrat lainnya.

"Jadi saat makan nasi, kita tidak banyak lagi porsi makan nasinya, karena sebelumnya sudah kita selingi dengan makanan (karbohidrat) lain," ujarnya.

Dinas Pangan Aceh terus mengedukasi masyarakat terkait diversifikasi pangan, sekaligus terkait makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Sebab, kata dia, selain jenis makanan, masyarakat juga penting memperhatikan porsi vitamin dan protein agar tercukupi dengan baik.

Program diversifikasi pangan dilakukan setiap tahun, yang sudah dimulai sejak beberapa tahun terakhir dengan menyasar masyarakat umum maupun sekolah. Oleh karena itu, Surya mengajak masyarakat tanah rencong itu untuk meningkatkan mengonsumsi pangan yang beragam, bukan hanya nasi.

"Kalau Aceh ini susah menggantikan nasi dengan yang lain, tapi paling tidak kita mengurangi konsumsi beras, ya dengan diversifikasi. Kita bisa selingi dengan makan ubi, makan kentang, makan jagung di siang atau sore hari," ujarnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.