• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Dampak Gangguan Tidur Bisa...

Dampak Gangguan Tidur Bisa Lebih Parah Dibandingkan Kekurangan Asupan Gizi

Rabu, 04 Okt 2023, 20:18 WIB

JAKARTA - Gangguan tidur adalah kondisi yang mengganggu jumlah, kualitas, atau waktu tidur seseorang dan dapat terjadi karena berbagai faktor, baik internal meliputi usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, dan obat-obatan, serta faktor eksternal meliputi stres, lingkungan, dan kebiasaan. Namun gangguan ini jika dibiarkan dapat berakibat lebih fatal dibandingkan kurangnya asupan gizi.

"Kebutuhan tidur seringkali disepelekan karena waktu untuk istirahat dianggap mengurangi waktu produktif. Padahal, tidur yang berkualitas dengan durasi yang ideal merupakan salah satu kunci untuk menjaga kesehatan tubuh dan dapat mengurangi risiko terkena penyakit kronis, seperti penyakit jantung, kanker, dan diabetes," kata dr. Andreas Prasadja seorang Dokter Spesialis Kesehatan Tidur dalam acara lokakarya (workshop) How Sleep Saves Life yang dilakukan di Wealth Wisdom 2023 PermataBank, di Jakarta Rabu (4/10).

Ket. Foto: gangguan tidur — Sumber: istimewa

Ironisnya, data dari Zepp Health menunjukkan bahwa rata-rata orang Indonesia hanya tidur 6 jam 36 menit setiap hari, lebih rendah dari Jepang dan Malaysia. Orang Indonesia yang mengalami kekurangan tidur dapat menurunkan performa kognisi dan konsentrasi, meningkatkan risiko kecelakaan, penurunan performa kerja, gangguanmood, kecemasan, danfalse memory.

Secara umum, gangguan tidur dibagi beberapa jenis berdasarkan kualitas dan kuantitas tidur, seperti Insomnia, Hipersomnia, dan Parasomnia. Insomnia adalah gangguan tidur yang paling umum, ditandai dengan kesulitan tidur atau sulit tidur sehingga menyebabkan penderita insomnia sering merasa lelah, lesu, dan sulit berkonsentrasi. Sedangkan, hipersomnia adalah gangguan tidur yang ditandai dengan tidur berlebihan, tetapi tetap merasa mengantuk di siang hari.

Penderita hipersomnia dapat mengalami narkolepsi, yaitu kondisi yang menyebabkan penderitanya tidak dapat mencegah diri untuk tidur. Gangguan tidur lainnya adalah parasomnia, yaitu gangguan tidur yang tidak umum dan tidak diinginkan, yang muncul secara tiba-tiba selama tidur atau terjadi pada ambang antara terjaga dan tidur. Parasomnia seringkali muncul dalam bentuk mimpi buruk.

Pada kesempatan tersebut dr Andreas mengajak para audiens untuk mengidentifikasi potensi gangguan tidur, merefleksikan kualitas tidur mereka di sesi tersebut dan membagikan cara mengatasi susah tidur. Salah satu caranya adalah menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, rutin olahraga, menghindari konsumsi kafein dan alkohol sebelum tidur.

Ia menyarankan agar tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, juga melakukan teknik relaksasi sebelum tidur. Di samping itu ia menekankan pentingnya konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan makanan yang mengandung magnesium.

"Tipe mendengkur yang ringan masih bisa diatasi dengan melatih lidah. Caranya mudah dan bisa dilakukan secara rutin sehari dua kali. Dorong lidah ke atas, samping, belakang sebanyak lima hitungan tiga kali. Lalu, bisa juga membuat gerakan lidah melawan sendok. Hal ini ditujukan untuk menguatkan otot lidah sehingga menekan potensi jatuh tak sadarkan diri," paparnya.

Wealth Wisdom merupakan seminar tahunan yang diselenggarakan oleh PermataBank untuk menghadirkan berbagai perspektif baru dalam ranah konsep kekayaan holistik secara komprehensif. Pada tahun ini, Wealth Wisdom menghadirkan 18 kelas seminar, 6 workshop dan lebih dari 35 pembicara serta mengangkat tema Harmonious Wealth Journey yang menekankan bagaimana seseorang bisa mencapai kesejahteraan finansial namun tetap menikmati kualitas hidup yang seimbang dan memuaskan.

Selain Dr. Andreas Prasadja, Wealth Wisdom 2023 di hari kedua juga turut menghadirkan beberapa nama besar seperti Retno Marsudi, Ferdinand Sadeli, Andi F. Noya, Sylvia Halim, Hanifa Ambadar, Anugrah Pakerti, Risen Yan Piter, dan Ferdinand Sadeli.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.