Mantap, Ganjar Kuasai Strategi Wujudkan Kedaulatan Pangan

Senin, 02 Okt 2023, 06:54 WIB

Surabaya - Mantap, Wakil Wali (Wawali) Kota Surabaya Armuji menilai Ganjar Pranowo mengusai strategi dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia.

Wawali Armuji dalam keterangan di Surabaya, Minggu, mengatakan, pada saat Rakernas IV PDI Perjuangan yang digelar belum lama ini, Ganjar menguasai detail strategi guna mewujudkan kedaulatan pangan.

"Tidak hanya bicara skema besarnya, Mas Ganjar menguasai hal teknis dan detailnya. Sehingga kami optimistis visi kedaulatan pangan adalah kunci Indonesia maju," kata Wawali Armuji.

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan, Indonesia memiliki keanekaragaman kekayaan sumber daya alam (SDA) yang bisa diolah menjadi sumber makanan.

Seperti halnya makanan tradisional berupa papeda, tiwul dan gaplek. Jika makanan itu diolah dengan baik, maka akan menjadi makanan yang enak. Apalagi bahan bakunya sudah banyak tersedia di Indonesia.

"Jangan dikira makanan kuno atau tertinggal, justru ketahanan pangan akan terwujud berdasar kearifan lokal," kata Cak Ji panggilan akrab Armuji.

Cak Ji juga menekankan pentingnya ketersediaan bahan pangan beserta kandungan gizinya.

Apalagi, lanjut dia, Presiden RI pertama Soekarno atau Bung Karno telah mewariskan buku masakan "Mustika Rasa" lengkap dari seluruh penjuru Nusantara untuk panduan memasak makanan tradisional lengkap dengan kandungan gizinya.

Sebelumnya, Ganjar mengungkap sejumlah fakta tentang krisis pangan pada Rakernas IV PDIP. Ganjar juga membedah penyebab yang memicu krisis pangan dunia dan menggagas sejumlah hal untuk mengatasinya.

Salah satu poin pidato calon presiden Ganjar Pranowo adalah soal keberlangsungan lahan-lahan subur. Dia menyoroti penyusutan 650 ribu hektare sawah setiap tahun.

"Biarkan sawah kita tetap menjadi sawah, biarkan embung tetap menjadi embung yang akan memenuhi kebutuhan air, dan biarkan laut itu hidup dan menjadi tempat ikan-ikan berenang karena itu akan menjadi sumber pangan kita juga," ujar Ganjar.

Ganjar ingin tidak ada penyeragaman pangan dari Sabang sampai Merauke. Menurutnya, biarkan makanan pokok di setiap daerah berbeda-beda.

Dia menyebut diversifikasi pangan menjadi kunci menghadapi krisis. Ganjar menyebut Indonesia punya sumber pangan variatif.

"Biarkan yang makan papeda tetap makan papeda. Biarkan yang makan tiwul tetap makan tiwul, dan yang makan beras juga makan beras," ucapnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.