Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jakarta Kembali Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia

📅 Senin, 02 Okt 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jakarta Kembali Jadi Kota Paling Berpolusi di Dunia Doc: ISTIMEWA
Ket. HADI DJATMIKO Kepala Penguatan Kelembagaan Walhi - Walhi sudah berulang kali mendampingi warga di sekitar PLTU di sekitar DKI Jakarta bahwa memang PLTU batu bara itu berdampak sangat buruk bagi lingkungan.

JAKARTA - DKI Jakarta kembali menduduki posisi pertama sebagai kota besar paling berpolusi di dunia pada Sabtu (30/9) pagi. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.26 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di angka 163 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5.

Situs pemantau kualitas udara dengan waktu terkini tersebut pun mencatatkan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Setelah Jakarta, kota dengan kualitas udara terburuk berikutnya adalah Doha (Qatar) dengan indeks kualitas udara di angka 160 dan Delhi (India) di angka 159.

Seperti dikutip dari Antara, sejumlah wilayah di Jakarta dengan kualitas udara terburuk, antara lain Kebon Jeruk, Pantai Indah Kapuk, Kalideres, Cilandak Barat dan Pluit.

Hal yang sama juga tercatat pada Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta yang menyebutkan bahwa kualitas udara di Jakarta secara keseluruhan berada pada kategori sangat tidak sehat dengan indeks angka 234 dan polusi udara PM2.5.

Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Hentikan PLTU

Atas kondisi tersebut, Kepala Penguatan Kelembagaan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Hadi Djatmiko mengatakan sudah sejak lama Walhi secara tegas meminta pemerintah untuk segera menghentikan penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di seluruh Indonesia. Kondisi pada Sabtu (30/9) membuktikan pencemaran udara di Jakarta yang menjadi terburuk di dunia adalah akibat kelalaian pemerintah untuk segera melakukan transisi energi.

"Walhi sudah berulangkali mendampingi warga di sekitar PLTU di sekitar DKI Jakarta bahwa memang PLTU batu bara itu berdampak sangat buruk bagi lingkungan," kata Hadi.

Hadi mengatakan sesuai UU, ada kewajiban bagi pemerintah dalam hal ini badan-badan terkait untuk melakukan audit emisi terhadap PLTU di sekitar Jakarta. Sebab pencemaran udara yang terjadi hari ini dampak buruknya sudah mulai dirasakan warga dengan banyaknya orang dewasa hingga anak-anak yang kena Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan angkanya terus meningkat.

Kondisi di mana Jakarta sudah menjadi wilayah dengan udara terburuk di dunia menurut situs IQAir, menurut Hadi, menunjukkan bahwa audit itu tidak berjalan. Sebab, berdasar Amdal, PLTU wajib menggunakan teknologi canggih terbaru untuk menyaring emisi. Namun dengan kondisi yang ada berarti tidak ada penggunaan teknologi tersebut.

"Artinya audit menyeluruh emisi di PLTU pengguna batu bara mesti melibatkan lembaga lain yang kredibel dengan keterlibatkan masyarakat sipil dan swasta dan di dalamnya," kata Hadi.

Walhi, menurut Hadi, mendorong pemerintah untuk segera mempensiunkan dini PLTU batu bara dan melaksanakan transisi energi bersih dan berkeadilan. Sebab, akar masalah dari pencemaran udara yang terjadi di Jakarta maupun di Indonesia secara umum adalah penggunaan batu bara dan energi fosil lainnya yang berlebihan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.