- Home
-
- Luar Negeri
-
- New York Banjir Setelah Hu...
New York Banjir Setelah Hujan Deras, Bandara dan Stasiun Kereta Ditutup
Sabtu, 30 Sep 2023, 09:38 WIBNEW YORK CITY - Hujan deras semalaman telah melumpuhkan sebagian New York.Keadaan darurat telah diumumkan di kota yang mengalami hari terbasah dalam beberapa dekade terakhir.Bandara dan kereta bawah tanah tidak beroperasi penuh karena air merendam beberapa bagian kota itu.
Warga harus menyeberangi banjir untuk memasuki Bandara LeGuardia di kota itu, seperti yang ditunjukkan visual di media sosial.Bandara juga telah menutup salah satu terminalnya.
Mobil-mobil setengah terendam, jalan-jalan tersumbat, dan kemacetan lalu lintas melumpuhkan pergerakan di kota itu.Walikota New York Eric Adams mengimbau warganya untuk tidak keluar rumah.
"Jika Anda di rumah, tetaplah di rumah. Jika Anda sedang bekerja atau sekolah, berlindunglah di tempat untuk saat ini, beberapa kereta bawah tanah kami kebanjiran dan sangat sulit untuk bergerak di sekitar kota," seru Adams.
Gubernur New York Kathy Hochul, yang mengumumkan keadaan darurat di seluruh Kota New York, Long Island, dan Lembah Hudson, meminta warga untuk merencanakan "rute penyelamatan" mereka dan tidak menunggu sampai permukaan air "melampaui lutut".
Curah hujan diperkirakan akan lebih tinggi di kota ini.
Transportasi Terdampak
Beberapa jalur sistem kereta bawah tanah New York ditutup di Brooklyn karena air mengalir ke tangga dan langit-langit beberapa stasiun.
Ahmed Abdou, seorang sopir taksi di New York, mengatakan kepada AFP, ini adalah fenomena biasa dan sistem kereta bawah tanah "mengerikan".
Kereta bawah tanah New York adalah salah satu jaringan kereta api terbesar di dunia dengan 420 stasiun dan lebih dari 30 jalur, bagian penting dari jutaan penduduk yang bergantung padanya untuk mencapai sekolah dan tempat kerja.
Kereta dibatalkan di Terminal Grand Central di jantung kota Manhattan, membuat penumpang terlantar menuju pinggiran kota selama berjam-jam.
Banjir bandang juga menimbulkan kekhawatiran terkait pemanasan global.
Rohit Aggarwala, Komisaris Perlindungan Lingkungan kota tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa perubahan iklim adalah penyebab perubahan pola cuaca dan respons infrastruktur tidak dapat dipercepat.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Korea Selatan Menuju Piala Dunia 2026 di Tengah Tekanan dan Kritik
-
Rumah Hancur, Penghuninya Tewas Akibat Ledakan Petasan
-
Hujan Dini Hari di Musim Kemarau Picu Banjir di Belasan Lokasi Surabaya, Armada Damkar Dikerahkan Sedot Genangan
-
Kasus Pembunuhan WNA Korea di Bekasi Terungkap, Eksekutor Dibayar Rp139 Juta
-
TNI AL Gelar Latihan Pendaratan Amfibi di Palu, Simulasi Tempur di Selat Makassar Jadi Sorotan
-
Dampak Ngeri AI bagi Keamanan Negara, Jepang Mulai Bentengi Sektor Vital
-
Saham Asia Anjlok, Harga Minyak Mentah di Atas $100 di Tengah Kebuntuan AS-Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.