Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPT Dorong Pemuda Perkuat Konsensus Dasar Bangsa

📅 Jumat, 29 Sep 2023, 01:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPT Dorong Pemuda Perkuat Konsensus Dasar Bangsa Doc: ANTARA/HO-BNPT RI
Ket. Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Mayjen TNI Nisan Setiadi memberikan kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang, Rabu (27/9).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI mendorong anak muda untuk memperkuat empat konsensus dasar bangsa guna menjadikan Indonesia sebagai negara yang kuat dan besar serta terhindar dari ideologi memecah belah bangsa.

"Anak-anak muda memerlukan penguatan jati diri dan kurang menyadari jika sebetulnya Indonesia sudah punya jati diri, yaitu empat konsensus dasar yang perlu ditanamkan sejak dini," kata Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT RI, Mayjen TNI Nisan Setiadi, sebagaimana keterangan tertulis diterima di Jakarta, Kamis (28/9).

Menurut Setiadi, empat konsensus dasar adalah jati diri bangsa Indonesia. Empat konsesus dasar bangsa itu terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945), Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Saya yakin dengan adanya penguatan 4 konsensus dasar tersebut, kita akan menjadi negara yang kuat, menjadi negara yang besar secara ekonomi," imbuh Setiadi.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa generasi muda perlu mewaspadai virus intoleransi, radikalisme, dan terorisme yang berbasis pada ideologi kekerasan guna menjadikan Indonesia sebagai negara yang damai, bermartabat, dan maju.

"Saya yakin itu akan bisa tercapai kalau kita tidak terkena ideologi lain yang jelas menyerang Indonesia untuk memecah belah. Kita harus perkuat satu persatu untuk menjadi Indonesia yang damai, bermartabat, dan Indonesia yang maju," katanya.

Tidak luput, Setiadi berharap anak muda mempunyai rasa cinta Tanah Air dan wawasan kebangsaan yang luar biasa, sehingga memiliki ketahanan terhadap ideologi negatif dari luar.

"Perkuat rasa cinta Tanah Air, bela negara, mencintai bangsa Indonesia, punya wawasan kebangsaan yang luar biasa sehingga punya ketahanan terhadap budaya atau mungkin ideologi yang datang dari luar," kata Jenderal bintang dua TNI AD itu.

Setiadi menyampaikan pesan tersebut di hadapan mahasiswa baru Universitas Brawijaya melalui kuliah umum pencegahan radikalisme dalam program bela negara. Kegiatan itu merupakan rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMABA) Universitas Brawijaya, Malang, Rabu (27/9).

Kegiatan tersebut menggunakan metode diskusi interaktif yang didampingi oleh moderator secara hybrid. Sejumlah 2.000 mahasiswa hadir secara luring dan 13.448 mahasiswa secara daring.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.