- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pertahanan Udara Andalan R...
Pertahanan Udara Andalan Rusia Terbukti Gagal Cegat Rudal Jelajah Barat
Senin, 25 Sep 2023, 16:06 WIBKIEV - Militer Ukraina baru-baru ini mengatakan, berbagai sistem pertahanan udara Rusia, termasuk yang diandalkan, S-400 (kode NATO SA-21 Growler), tidak dapat mengatasi serangan Ukraina dengan menggunakan rudal jelajah buatan Barat.
S-400 diklaim dapat melumpuhkan 36 target secara bersamaan dalam jarak 400 kilometer pada ketinggian sampai 30 kilometer. Sistem ini juga dapat digunakan dalam waktu 5 menit.
Pada Jumat (23/9), rudal jelajah Storm Shadow buatan Inggris menghantam markas besar Armada Laut Hitam Putin di Sevastopol. Menurut kepala intelijen militer Ukraina, Kyrylo Budanov, setidaknya sembilan orang tewas dan 16 luka-luka dalam serangan di Sevastopol, termasuk komandan senior Rusia, Kolonel-Jendral Alexander Romanchuk, yang turut menjadi korban.
"Kami telah menerima senjata yang sudah lama kami nanti-nantikan. Ini adalah rudal jelajah. Musuh tidak dapat menembak jatuh rudal-rudal ini meskipun memiliki pertahanan anti-pesawat yang hebat, yang 'tidak ada bandingannya'. Agaknya, mereka berhasil menjatuhkannya. beberapa di antaranya namun, seperti yang bisa kita lihat, rudal kami menembus pertahanan mereka, dan Krimea, yang dipersenjatai dengan sistem pertahanan udara, tidak dapat mengatasi rudal jelajah buatan Barat," kata Juru bicara Angkatan Udara Ukraina, Yuriy Ihnat, melalui siaran telethon nasional.
Dilansir oleh Ukrinform, menurut Ihnat, itulah sebabnya Ukraina mengharapkan lebih banyak bantuan rudal sejenis, khususnya dari Jerman, Prancis, dan Inggris.
"Dan ATACMS Amerika sudah menjadi rudal balistik, akan membantu kita mengubah situasi di garis depan secara signifikan. Dan dengan kedatangan pesawat tempur buatan Barat, ceritanya akan sangat berbeda," kata Ihnat.
Secara terpisah, ia mengatakan Rusia akan terus meluncurkan rudal jelajah berbasis laut Kalibr ke Ukraina.
Kalibr bisa terbang cukup jauh, lebih dari 2.000 kilometer, oleh karena itu fakta bahwa Rusia memindahkan kapal perangnya lebih jauh dari Krimea tidak mengubah situasi di Ukraina.
Ihnat mengatakan bahwa kapal induk Rusia harus dihancurkan, seraya menambahkan bahwa hal ini pada akhirnya akan terjadi.
"Ada kabar bahwa Jerman juga akan menyerahkan drone permukaan laut, dan senjata lain juga akan tiba. Dan yang terbaik dari semuanya adalah rudal Neptunus kami, yang kinerjanya cukup efektif. Dan F-16 pembawa Harpoon muncul, kapal-kapal Rusia akan merasakannya, tidak ada hubungannya sama sekali di Laut Hitam," kata juru bicara Angkatan Udara.
Menjawab pertanyaan tentang jet tempur F-16, ia mencatat bahwa jumlah negara yang berpartisipasi dalam koalisi bantuan semakin bertambah, dan oleh karena itu, kapasitas dan peluang untuk pelatihan pilot meningkat di Ukraina.
"Sekelompok besar insinyur militer juga sudah berlatih secara paralel dengan pilot kami di negara-negara yang telah bergabung dengan koalisi penerbangan. Ini adalah pekerjaan yang sangat melelahkan, dan harus dilakukan dengan kecepatan yang dipercepat karena tidak ada jalan keluar lain. Semakin cepat pesawat-pesawat tempur ini dikirimkan, semakin cepat situasi di garis depan akan berubah," kata Ihnat.
Menurut pejabat tersebut, pilot Ukraina menjalani pelatihan ini tanpa penundaan.
"AS juga ikut bergabung, dan ini merupakan langkah yang sangat serius karena AS adalah produsen F-16 dan pangkalan terbaiknya berlokasi di sana. Sebuah langkah yang sangat serius dalam perjalanan menuju F-16," kata juru bicara tersebut.
Seperti diberitakan, Rusia telah meningkatkan produksi drone kamikaze.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
-
Russia Peringatkan Para Diplomat Asing di Kyiv untuk Mengungsi Jelang Perayaan Hari Kemenangan PD II
-
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H di Kota Mataram Berjalan Khidmat
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.