Tingkatkan Pemahaman Gizi, Rejang Lebong Sosialisasikan Pencegahan Stunting Kepada Pelajar
Sabtu, 23 Sep 2023, 00:28 WIBRejang Lebong - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyosialisasikan pencegahan stunting dan penanganan kekurangan gizi di kalangan pelajar di wilayah itu.
Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong Rephi Meido Satria di sela-sela kegiatan sosialisasi gerakan pencegahan stunting dan gerakan nasional aksi gizi di sekolah bertempat di SMK 2 Rejang Lebong, Jumat, mengatakan kegiatan itu dilaksanakan bekerjasama dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Rejang Lebong dalam program gerakan masyarakat hidup sehat di tatanan pendidikan.
"Dalam kegiatan ini kita memberikan pemahaman tentang stunting dan solusi mencegah kekurangan gizi kepada para pelajar," kata dia.
Dia menjelaskan untuk mencegah stunting dan kekurangan gizi perlu seseorang harus melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit dalam sehari seperti berjalan, olahraga, lalu makan makanan bergizi yang terjangkau sehingga dapat mencukupi kebutuhan karbohidrat, vitamin, dan mineral, setelah itu juga makan buah dan sayur.
Selain itu, kata dia, kalangan pelajar terutama remaja putri untuk rajin mengonsumsi pil penambah darah karena berisiko terkena penyakit anemia dan resiko stunting.
Sekretaris YJI Cabang Rejang Lebong Nunung Tri Mulyanti dalam kesempatan itu mengatakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) merupakan suatu tindakan yang sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku hidup sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Menurut dia, upaya pencegahan stunting dan mewujudkan generasi penerus yang sehat dan produktif pihaknya bersama Dinas Kesehatan Rejang Lebong melaksanakan kegiatan yang mendukung gerakan aksi bergizi di sekolah dengan melaksanakan kampanye aksi bergizi.
"Upaya preventif dan promotif yang kita laksanakan ini yaitu gerakan aksi bergizi di SMKN 2 Rejang Lebong diharapkan dapat menjadi prilaku sehat dan menjadi kebiasaan yang baru nantinya bagi anak sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA dalam rangka cegah anemia dan stunting untuk generasi berikutnya," jelas dia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Deretan Pelatih Baru Siap Unjuk Gigi di UEFA Nations League 2026-27
-
Gelombang Demo Pelajar Prancis Makin Jadi, 1.000 Orang Dilaporkan Terluka
-
Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak
-
FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Tekuk Singapura 2-0, Modal Hadapi Malaysia di Laga Kedua Grup A
-
Akademi Pencegahan Stunting, Kompetensi ASN untuk Tekan Stunting di Kota Yogyakarta
-
Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI.
-
Penjarahan Terjadi di Sejumlah Kota Besar di Prancis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.