Tingkatkan Daya Saing Produk, KemenkopUKM Dorong Hilirisasi Komoditas Kelapa
Jumat, 22 Sep 2023, 14:02 WIBJAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenkopUKM) menyebutkan bahwa hilirisasi komoditas kelapa untuk meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.
Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Ekonomi Makro, Rulli Nuryanto yang hadir mewakili Menkop UKM Teten Masduki pada peringatan Hari Kelapa Sedunia (World Coconut Day) 2023 yang diselenggarakan di Kabupaten Gorontalo, pada Kamis (21/9), menyampaikan kegiatan WCD berfokus dalam peningkatan peran UMKM dalam mengembangkan model bisnis hilirisasi.
"Saya berharap WCD 2023 dapat menjadi ajang bagi para pelaku UMKM di Tanah Air, khususnya Kabupaten Gorontalo untuk mampu memperkenalkan komoditas daerah, agar mampu bersaing di level internasional," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta.
Dia mengatakan kelapa merupakan komoditas unggulan, baik untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku industri di dalam negeri maupun ekspor.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kontribusi ekspor kelapa terbanyak pada 2017 hingga 2021 berupa produk minyak kelapa setengah jadi dengan nilai mencapai 384 juta dolar AS.
Adapun yang kedua berasal dari minyak kelapa mentah mencapai 312 juta dollar AS.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan hilirisasi komoditas kelapa untuk kebutuhan ekspor sehingga memberikan nilai tambah bagi para petani.
"Hilirisasi memberikan nilai tambah bagi petani dan menyumbangkan 'multiplier effect' yang besar bagi perekonomian Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut Rulli mengungkapkan KemenkopUKM memberikan dukungan pada hilirisasi industri kelapa melalui pembangunan rumah produksi bersama (factory sharing) yang dikelola oleh koperasi.
Selain itu, juga menjembatani akses para petani dengan koperasi dalam penyediaan bibit berkualitas, penyerapan produk kelapa, pengolahan, sekaligus menghubungkan dengan pasar.
Dengan demikian, komoditas kelapa diharapkan mampu berdaya saing di dunia internasional seperti komoditas unggulan lainnya.
"Kelapa Indonesia perlu dikembangkan secara terintegrasi dari hulu ke hilir, dan terhubung dengan off taker, pembiayaan, serta beradaptasi menggunakan teknologi terkini," katanya.
Sebagai informasi, WCD 2023 di Gorontalo diselenggarakan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), sebuah asosiasi pemerintah kabupaten untuk mewujudkan pembangunan yang menjaga lingkungan dan mensejahterakan masyarakat melalui gotong royong multipihak.
WCD digelar sebagai representatif Indonesia kepada dunia tentang komitmen industri pengembangan kelapa berkelanjutan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dapat Bantuan Bank Papua, Pemkab Lanny Jaya Minta Petani Kopi Manfaatkan secara Optimal
-
Siap-Siap Payung! BMKG Peringatkan Hujan Bakal Guyur Sejumlah Kota Hari Ini!
-
Syok dan Terpukul, Pemprov Banten Kerahkan Tim Psikolog Khusus Dampingi Keluarga Korban Krakatau
-
S&P Kasih Rating BBB- ke INALUM, Smelter 2 & SGAR 2 Siap Dibangun Kapasitas 3x Lipat!
-
Ini Alasannya Kenapa "Pedas Level Up" Raih Dana Produksi Film dari Pemkot Semarang
-
Bank Mandiri Bagi Dividen Interim Rp6,16 Triliun, Ini Jadwal Lengkapnya
-
Ketum PBNU sampaikan LPJ kepengurusan di Muktamar ke-35
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.