Penanganan Karhutla di Kalbar Dievaluasi

Jumat, 22 Sep 2023, 00:09 WIB

Pontianak - Pemerintah Kalimantan Barat bersama sejumlah instansi melakukan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi itu, agar penanganan lebih baik ke depan.

"Dengan evaluasi ini, kita tentu berharap penanganan dan pencegahan karhutla di Kalbar bisa lebih baik dan lebih cermat ke depan," kata Pj Gubernur Kalbar Harisson di Pontianak, Kalbar, Kamis.

Pada kesempatan tersebut, Harisson memaparkan berdasarkan laporan dari BMKG bahwa Kalbar dari bulan Juni sampai dengan November Tahun 2023 terdampak el nino yang mengakibatkan pengurangan curah hujan sehingga dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta dampak kekeringan lainnya.

"Diperkirakan el nino yang akan terjadi sampai ke kategori moderat hingga kuat. Perkiraan pada bulan Agustus sampai dengan September 2023, dominan curah hujan kategori rendah. Saya mendapatkan laporan dari Ibu Erika BMKG bahwa pada tanggal 19 September sebaran titik panas kita itu nol, jadi kalau Pak Kepala BNPB hari ini berkunjung ke Kalbar, udaranya segar," tuturnya.

Masih terkait laporan tersebut bahwa pada tanggal 20-21 September 2023 akan terjadi hujan merata di Kalbar dan pada tanggal 22-26 hanya sebagian wilayah Kalbar yang akan hujan ringan sampai sedang.

"Jadi dua hari ke depan ini udara kami relatif baik. Namun nanti tanggal 22-26 September, kami kembali harus waspada bahwa di Kalbar akan mudah terjadi karhutla di sebagian besar wilayah Kalbar," katanya.

Dirinya menyebut ada 322 desa di Kalbar yang memiliki titik rawan karhutla paling tinggi yakni di Kabupaten Ketapang, Sintang dan Bengkayang. Dia juga menceritakan pengalaman bersama Panglima TNI dalam memadamkan titik api di Kabupaten Mempawah.

"Pada tanggal 23 Agustus 2023, Bapak Panglima TNI juga melakukan kunjungan kerja ke Kalbar. Kami mencoba ke Mempawah dengan helikopter, memadamkan titik api di sana dan memang tidak semudah yang dibayangkan. Artinya ada titik api yang sudah disemprot dan lahannya itu sudah menjadi bubur, tapi begitu kita tinggalkan 15 menit kemudian berasap lagi," kata Harisson.

Dia menambahkan bahwa Kalbar memiliki luas lahan gambut sekitar 20 persen dari 2,8 juta hektare dari 14 juta luas wilayah Kalbar.

"Kedalaman lahan gambut di Kalbar ini 14 sampai dengan 20 meter," tambahnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.