Kepala BKKBN Ajak Masyarakat Tingkatkan Gizi dari Pangan Selain Beras

Rabu, 20 Sep 2023, 18:50 WIB

SEMARANG - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengajak masyarakat untuk meningkatkan gizi keluarga dari pangan lokal selain beras, utamanya pada masa dimana banyak daerah yang mengalami kekeringan seperti saat ini.

"Sekarang ini kekeringan meningkat diiringi harga barang yang naik, dan yang kelihatan kan beras. Saya optimis karena (di Indonesia) masih ada sumber karbohidrat dari bahan pangan lain, harapan saya masyarakat jangan bergantung pada beras," kata Hasto saat ditemui di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/9).

Ket. Foto: Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (kiri) bersama Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (kanan) saat ditemui di Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (19/9) usai acara peluncuran gerakan "Cegah stunting bersama pengusaha Kota Semarang (Cempaka)". — Sumber: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

Ia menjelaskan demo masak hari ini yang dilakukan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan memanfaatkan bahan pangan lokal dari singkong bisa ditiru di kabupaten/kota lain.

"Oleh karena itu hari ini ada demo masak di Kota Semarang, yang ditekankan itu bagaimana pengganti beras bisa hadir. Maka tadi ada opor singkong, tetapi kalau karbohidratnya dari singkong, jangan lupa proteinnya dicukupi dari ayamnya," ujar Hasto.

Ia berharap kekeringan yang melanda beberapa daerah tidak terlalu berdampak pada kenaikan angka stunting, karena beras sebagai salah satu bentuk karbohidrat, bisa diganti dengan sumber karbohidrat yang lain.

"Ini momentum ketika harga pangan ada kenaikan, maka masyarakat harus mengutamakan produk lokal, dan tidak harus beras, tadi ada labu, singkong, banyak sekali lah. Jagung misalnya. Jadi saya kira momentum ini bisa dipakai untuk kesempatan agar tidak bergantung pada beras," tutur dia.

Hasto pun memaparkan bahan pangan kaya karbohidrat seperti singkong, labu, atau jagung, tidak membutuhkan banyak air dan bisa menjadi tanaman tadah hujan, sehingga sangat baik dimanfaatkan di musim kemarau atau di wilayah yang mengalami kekeringan.

"Makanan lokal dan tidak impor itu yang bisa membuat kita bertahan, dan tidak tergantung dari melimpahnya air, seperti singkong, jagung, itu kan tadah hujan. Kalau padi pada umumnya kan butuh irigasi, sehingga kekeringan itu lebih banyak menghantam padi, jadi saya berharap ada konversi," ucap dia.

Menurut Hasto, ketahanan pangan masyarakat juga berpengaruh terhadap angka stunting di suatu wilayah.

"Jadi tingkatannya itu kan ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan. Kita kalau bisa kedaulatan pangan, semua bahan pangan dari produk sendiri, tetapi kalau kedaulatan belum bisa, paling tidak ya ketahanan pangan lah (untuk menekan angka stunting)," kata Hasto.

Ia berpesan kepada bupati/wali kota di tiap daerah agar bisa mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penyediaan pangan, utamanya alternatif selain beras, sehingga tidak ada kerawanan pangan pada masa kekeringan dan gizi keluarga bisa tetap tercukupi. Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.