Pinsar Minta Pemerintah Sinkronisasi Kebijakan Harga Jagung

Selasa, 19 Sep 2023, 00:29 WIB

Jakarta - Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Indonesia meminta pemerintah melakukan sinkronisasi kebijakan harga pakan jagung agar tidak memberatkan peternak di tengah fluktuasi harga dan dampak El Nino.

"Sinkronisisasi dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan agar apa yang menjadi kebutuhan kita para peternak terpenuhi," kata Wakil Ketua Umum Pinsar Indonesia Hidayaturrahman saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi IV DPR di Gedung DPR Jakarta, Senin, (18/9/2023).

Ket. Foto: Petani menunjukkan jagung hibrida di Desa Pasirbatang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (7/6/2023). — Sumber: ANTARA/Adeng Bustomi

Hidayat mengatakan bahwa pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) sudah menetapkan Harga Acuan Pemerintah (HAP) pakan jagung sebesar Rp5.000 per kg. Namun, harga pakan jagung saat ini sudah jauh melambung tinggi dan sebagian besar peternak tidak bisa mendapatkan pakan jagung dengan harga subsidi.

"Kita di Jawa Timur sudah beli dengan harga Rp6.400-6.500 per kg. Sedangkan HAP itu Rp5.000 pr kg sehingga selisihnya sudah cukup besar," ucapnya.

Di tengah turunnya produksi pakan jagung akibat dampak El Nino, ia juga menilai, sejumlah pihak turut semena-mena menaikkan harga pangan akibat kurang ketatnya pengawasan dari pemerintah.

Sedangkan dari sisi peternak, harga jual telur tidak bisa dinaikkan meski biaya produksi meningkat karena terhalang aturan Harga Acuan Penjualan di tingkat konsumen yang sebesar Rp27.000 pr kg.

"Kita sering sekali mendapatkan sebuah tekanan bahwa telur itu menjadi bagian dari 13 kebutuhan bahan pokok penting. Sehingga kita akan ditekan yang terkait dengan inflasi. Nah kalau ongkos produksi kita naik sedangkan harga itu dikunci, peternak ini pasti akan menjadi korban yang di tengah," jelasnya.

Jika nantinya pemerintah memutuskan untuk impor bahan pakan jagung untuk memenuhi kebutuhan peternak, Pinsar turut meminta agar impor tersebut tidak membuat peternak menjadi korban dari harga yang tidak terkendali.

"Satu sisi itu tidak mengizinkan, namun mendorong kita untuk bisa diizinkan impor dalam arti impor ini hanya untuk memenuhi jika memang itu kurang dan kita sepakat di peternak ini agar pertanian ini makmur tapi jangan sampai kita menjadi korban dari pada harga yang tidak terkendali seperti hari in," tambahnya.

Adapun berdasarkan data Panel Harga Pangan milik Bapanas pada Senin (18/9) siang, harga rata-rata nasional jagung di tingkat peternak adalah Rp6.780 per kg dengan harga tertinggi berada di Papua dengan Rp11.950 per kg dan harga terendah sesuai HAP yakni Rp5.000 kg berada di Sulawesi Barat.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.