Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ashton Kutcher Undur Diri dari Ketua Organisasi Antipelecehan Seks

📅 Minggu, 17 Sep 2023, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ashton Kutcher Undur Diri dari Ketua Organisasi Antipelecehan Seks Doc: ANTARA/Reuters
Ket. Ashton Kutcher

Aktor Ashton Kutcher mengundurkan diri sebagai ketua dewan organisasi antipelecehan seksual terhadap anak yang ia dirikan, setelah kasus surat pembelaan ia dan istrinya Mila Kunis terhadap terpidana pemerkosa, Danny Masterson.

Kutcher dan Kunis sebelumnya menulis surat kepada pengadilan untuk meminta keringanan hukuman bagi sahabatnya, yang juga mantan rekan main mereka di That '70s Show itu.

Dalam sebuah pernyataan, Kutcher mengundurkan diri pada Kamis (14/9), dari dewan Thorn, sebuah organisasi yang ia dirikan bersama mantan istrinya Demi Moore pada tahun 2009.

"Setelah saya dan istri saya menghabiskan beberapa hari mendengarkan, refleksi pribadi, pembelajaran, dan percakapan dengan para penyintas dan karyawan serta pimpinan di Thorn, saya telah memutuskan bahwa tanggung jawab yang harus saya lakukan adalah mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan, secara efektif segera " tulis Kutcher dalam suratnya kepada dewan.

"Saya tidak bisa membiarkan kesalahan penilaian saya mengganggu upaya kami dan anak-anak yang kami layani," imbuh dia.

Pengadilan Los Angeles, Amerika Serikat menghukum Masterson 30 tahun penjara seumur hidup pada 7 September. Aktor tersebut dinyatakan bersalah pada Mei lalu karena memperkosa dua perempuan pada tahun 2003, ketika dia membintangi sitkom retro Fox That '70s Show bersama Kutcher dan Kunis.

Sehari setelah penjatuhan hukuman, surat dari Kutcher, Kunis dan banyak lainnya kepada hakim dipublikasikan. Kutcher menyebut Masterson sebagai pria yang menurut pengalamannya telah memperlakukan orang dengan sopan, setara, dan murah hati, hingga tidak mungkin memberi kerugian secara terus-menerus.

Kutcher dan Kunis meminta maaf keesokan harinya melalui video yang mereka unggah di akun Instagram karena menulis surat-surat tersebut.

"Surat itu dimaksudkan agar hakim membacanya, tidak bermaksud meremehkan kesaksian para korban atau membuat mereka kembali trauma dengan cara apa pun," ujar Kutcher pada video tersebut.

Dilansir ABC News, Sabtu (16/9), Kutcher mengatakan dalam surat pengunduran dirinya, bahwa dia menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada semua korban kekerasan seksual dan semua orang yang tersakiti atas perbuatannya. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.