Adopsi Teknologi IoT Harus Diimbangi Manajemen Risiko
Jumat, 15 Sep 2023, 10:17 WIBJAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai adopsi teknologi Internet of Things (IoT) mendatangkan manfaat bagi industri keuangan. Meski demikian, pengelolaan manajemen risiko perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi potensi fraud.
"Teknologi IoT dapat dimanfaatkan untuk layanan jasa transaksi perbankan yang real time melalui smart ATM dan terminal pembayaran," kata Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi dalam webinar bertajuk Pemanfaatan Internet of Things (IoT) di Industri Jasa Keuangan di Jakarta, Kamis (14/9).
Hasan mengatakan teknologi IoT di industri jasa keuangan juga bermanfaat untuk otomatisasi pemantauan perangkat dan pemeliharaan secara jarak jauh, serta meningkatkan personalisasi produk maupun layanan keuangan sesuai kebutuhan konsumen.
Strategi pengelolaan manajemen risiko, kata Hasan, juga dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan ekosistem IoT untuk mengidentifikasi potensi fraud atau tindakan ilegal. "Pemanfaatan IoT di Indonesia berkontribusi dalam peningkatan transaksi dan pembayaran digital," kata Hasan.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia, kata Hasan, nilai transasi perbankan digital pada Juli 2023 mencapai 5.035,37 triliun rupiah. Angka tersebut tumbuh 15,5 persen dibanding Juli 2022 yang memperoleh nilai transaksi sebesar 4.359,7 triliun rupiah.
Peluang Terbuka
Lebih lanjut, Hasan memproyeksikan peluang pasar teknologi IoT ke depan masih terbuka lebar. Pasar IoT di sektor jasa keuangan global diperkirakan mencapai 6.781,7 juta dollar AS pada 2028, sementara di Indonesia diprediksi mencapai 40 miliar dollar AS atau sekitar 572,7 triliun rupiah pada 2025.
"OJK senantiasa mendukung inovasi dan transformasi digital demi terciptanya ekosistem ekonomi digital yang semakin tumbuh, kompetitif, dan kontributif," kata Hasan.
Hasan mengingatkan industri jasa keuangan yang terlibat dalam IoT tetap perlu memperhatikan kebutuhan konsumen, potensi risiko, kesiapan investasi pada infrastruktur yang dibutuhkan, dukungan talenta digital, serta kepatuhan terhadap regulasi terkait penyelenggaraan teknologi informasi.
Berdasarkan data BlueWeave Consulting, pasar IoT secara global dalam sektor perbankan dan keuangan mencapai 869 juta dollar AS pada 2022.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kabel Semrawut, Gerakan 5M Didorong Percepat Penataan Kabel Bawah Tanah
-
Data Center Jatiluhur Butuh Air 33 Juta Liter per Hari, PAM Jaya Diminta Waspada
-
Mensos Tegas! Perundungan di Sekolah Rakyat Bisa Berujung Pemecatan
-
Awas Provokasi Thailand, Kevin Diks Peringatkan Skuad Garuda Jangan Terbawa Emosi di SUGBK
-
Antonelli Memimpin Makin Jauh dari Russell di Klasemen F1, Ini Daftar Klasemen Selengkapnya
-
Jangan Asal Klik! Ini Modus Baru Penipuan yang Wajib Diwaspadai Nasabah Aset Digital
-
Setelah Eksekusi Suntik Mati yang Menyiksa dan Gagal, Terpidana Mati Christa Pike Pulang dari Rumah Sakit dan Harus Kembali ke Penjara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.