Panglima TNI: Super Garuda Shield Sebagai Bagian Diplomasi Militer dan Kemanusiaan
Selasa, 12 Sep 2023, 00:09 WIBJAKARTA - Perhelatan latihan bersama yang diikuti 17 negara sahabat merupakan wujud diplomasi militer yang dilakukan oleh TNI, selain diwujudkan di dalam kerja sama latihan militer, juga dilaksanakan kerja sama pada bidang sosial, terutama pada masyarakat di sekitar daerah latihan. Hal ini bertujuan agar manfaat latihan gabungan multinasional ini tidak hanya bermanfaat bagi TNI tapi juga kepada masyarakat sekitar.
Demikian disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, di depan awak media usai pelaksanaan bakti sosial berupa pengobatan dan pemberian sembako bagi masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar wilayah Puslatpur 5 Marinir Baluran, Jawa Timur, Minggu (10/9).
"Jadi sebenarnya masing-masing matra darat, matra laut dan matra udara sudah bekerja sama dengan seluruh negara dan selama ini terjalin dengan baik. Super Garuda Shield sebenarnya latihan gabungan dari matra-matra yang beberapa waktu lalu telah dilaksanakan, kita interopabilitas di sini dalam Super Garuda Shield," jelas Laksamana TNI Yudo.
Menurut siaran persnya, Panglima TNI mengatakan telah dilaksanakan latihan gabungan pendaratan amfibi di Pantai Banongan, yang dilakukan oleh militer dari Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura. Selain itu juga telah dilakukan latihan lintas udara, dan akan melaksanakan latihan darat gabungan.
"Seperti yang dulu pernah saya sampaikan pada saat pembukaan latihan bersama, di mana pada latihan Super Garuda Shield saat ini, kita laksanakan mulai tahap perencanaan, kemudian tactical floor game, kemudian dilaksanakan manuver lapangannya," tambah Laksamana TNI Yudo.
Disampaikan juga oleh Panglima TNI bahwa latihan bersama ini baru dilaksanakan secara gabungan, tentunya banyak sekali hal-hal yang perlu disempurnakan dan menjadi evaluasi untuk Super Garuda Shield tahun mendatang tentunya lebih baik atau lebih sempurna lagi.
"Ada banyak sekali hal-hal yang perlu kita samakan karena kita maklumi bagi negara, tidak semua negara memiliki doktrin yang sama. Sehingga di dalam operasi gabungan beberapa negara ini, harapan kita ke depan karena pelaksanaannya Indonesia, sehingga Indonesia yang akan memimpin untuk menyamakan doktrin ketika operasi di Indonesia," tutup Laksamana TNI Yudo.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Menekraf Apresiasi Langkah Pemda dan Swasta Beri Ruang untuk Etalase Produk Kreatif saat Liburan Natal-Tahun Baru
-
Polres Malang Siagakan Tim Urai untuk Cegah Kepadatan Arus Lalu Lintas saat Puncak Arus Mudik
-
AS Roma Kalahkan Cagliari 2-0, Donyell Malen Jadi Pahlawan
-
Presiden Prabowo Hubungi Dua Bupati Aceh yang Masih Terisolasi
-
Neymar Perpanjang Kontrak di Santos hingga 2026, Bidik Kembali ke Piala Dunia
-
Trump Umumkan AS Akan Terima 30–50 Juta Barel Minyak Venezuela
-
Trump Menolak Hadir di Pertemuan Darurat G7 Paris
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.