Atasi Stunting, Pemkot Palu Luncurkan Program Dapur Sehat
Sabtu, 09 Sep 2023, 13:15 WIBPALU - Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), meluncurkan Program Dapur Sehat untuk pemenuhan gizi anak sebagai upaya mengatasistunting atau tengkes.
"Program inovasi ini sebagai rangkaian upaya pemerintah daerah (pemda) dalam mengatasi persoalan gizi yang berujung pada stunting," kata Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat meluncurkan program itu di Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sabtu (9/9).
Menurut dia, pemenuhan gizi anak sangat penting dilakukankarena dengan asupan gizi yang cukup maka pertumbuhan anak semakin baik. Begitu pun sebaliknya, sehingga langkah ini perlu didukung semua pihak.
Sebab, lanjut dia, pencegahan dan penanganan stunting merupakan program prioritas nasional guna mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas untuk masa depan bangsa.
"Masalahstuntingtidak hanya berbicara tentang kesehatan, tetapi sosial, ekonomi, pendidikan, dan SDM, juga sangat terpengaruh bila tidak tidak dilakukan langkah-langkah percepatan penurunan prevalensinya," ucap Hadianto.
Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka kasus stunting di Kota Palu naik dari 23,9 persen dari dua tahun sebelumnya menjadi 24,7 persen pada tahun 2022, atau mengalami peningkatan 0,8 persen.
Ia mengatakan upaya menekan prevalensi stunting ini harus dilakukan secara simultan melalui kerja sama multi sektor, karena pemerintah sebagai eksekutor tidak akan optimal bekerja tanpa dukungan semua pihak.
Oleh sebab itu ProgramDapur Sehat dinilai sangat membantu pemenuhan gizi anak melalui penyajian makanan berprotein tinggi yang variatif supaya nafsu makan anak lebih meningkat.
"Kami membutuhkan partisipasi masyarakat. Menurut saya, kerja gotong royong sangat efektif dilakukan dalam penanganannya dan instansi teknis terkait sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampun harus pro aktif melakukan intervensi," tuturnya.
Dikemukakannya, program ini diterapkan di Kampung Keluarga Berkualitas atau wilayah rentan stunting, salah satunya di Kecamatan Ulujadi. Karena menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, kata dia, jumlah prevalensi kasus ini di ibu kota Sulteng sebanyak 1.221 balita dari 22.400 anak di Kota Palu.
"Kami optimis pada tahun 2024 dapat menekan prevalensi stunting sesuai target pemerintah pusat yakni 14 persen, melalui berbagai program yang telah dilaksanakan," ucapnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jelang Kesepakatan Damai, Kapal Tanker Iran Melewati Zona Blokade AS
-
Pemerintah Siapkan 24 Ribu Hektare Lahan di Jawa, Proyek PLTS 100 GW Mulai Dipacu
-
TNI AL Gelar Latihan Pendaratan Amfibi di Palu, Simulasi Tempur di Selat Makassar Jadi Sorotan
-
Pemerintah Provinsi NTB Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor
-
Akhir Penantian Jepang: Kapal Tanker Pertama Sukses Tembus Selat Hormuz
-
Pemerintah Diminta Perkuat Pengawasan Pelayanan Publik
-
IHSG Hari Ini Menghijau, Pasar Bertaruh pada Meredanya Konflik AS-Iran
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.