Hati-hati, Meningkatnya Polusi Udara Berbahaya untuk Kulit

Kamis, 07 Sep 2023, 16:29 WIB

JAKARTA - Buruknya kualitas udara tidak hanya berdampak buruk terhadap sistem pernapasan tetapi juga pada kulit. Di mana kulit cenderung terpapar udara tercemar saat melakukan aktivitas di luar bahkan di dalam ruangan, sehingga paparan polusi udara menjadi sulit untuk dihindari.

Head of Skinproof,Theresia Sinandang, mengatakan pencemaran udara terdiri dari partikel halus kecil, radikal bebas, dan bahan kimia seperti asap kendaraan dan limbah industri, kabut asap, pembakaran, asap rokok, dan bahkan asap masak di dalam ruangan. Partikel ini dapat menyebabkan masalah pada beberapa orang dan menyebabkan berbagai masalah kulit seperti alergi.

Ket. Foto: Ilustrasi perawatan kulit. — Sumber: Istimewa

"Partikel-partikel ini juga dapat menghasilkan spesies oksigen reaktif yang dapat menyebabkan degradasi kolagen dan aktivasi melanosit yang berakibat pada gangguan pada skin barrier dan skin aging. Memilih perawatan kulit yang tepat menjadi langkah penting dalam melawan dampak buruk polusi terhadap kulit kita," kataTheresia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/9).

Pertama, tambahnya, pilih produk yang mengandung antioksidan tinggi seperti vitamin C dan E, untuk melindungi kulit dari radikal bebas yang dihasilkan oleh polusi. Selain itu, pastikan produk memiliki perlindungan dari sinar matahari dengan SPF yang sesuai, karena polusi dapat memperburuk kerusakan kulit akibat paparan sinar UV. Pilihlah bahan-bahan alami seperti aloe vera atau chamomile yang memiliki sifat menenangkan dan anti-inflamasi untuk meredakan peradangan kulit akibat polusi.

Theresia juga mengatakan jangan lupa untuk membersihkan kulit secara menyeluruh setelah beraktivitas untuk menghilangkan partikel polusi yang menempel. Ingatlah setiap individu memiliki jenis kulit yang berbeda, sehingga pastikan kosmetik dan skincare yang digunakan sudah sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit.

"Misalnya untuk individu yang aktif dan sering beraktivitas di luar ruangan, maka pemilihan SPF untuk sunscreen-nya pun akan berbeda dengan mereka yang lebih banyak berkegiatan di dalam ruang. Nilai Sun Protection Factor (SPF) merupakan angka pada label yang menunjuk kemampuan proteksi kulit terhadap sinar ultraviolet UV B. Angka ini merupakan perbandingan proteksi dengan kulit yang tidak menggunakan sunscreen, misalnya SPF 30 artinya memberikan perlindungan terhadap sinar matahari 30x lebih lama dibandingkan dengan tidak memakai produk," katanya.

MenurutTheresia, nilai SPF yang diperbolehkan tercantum pada label atau kemasan sunscreen adalah nilai yang didapatkan melalui uji SPF secara in vivo (pada kulit manusia langsung). Sinar ultraviolet UV A dan UV B merupakan spektrum sinar matahari yang memiliki dampak buruk terhadap kulit. Sinar UVB diserap pada lapisan epidermis atau lapisan teratas kulit, dan menyebabkan efek kulit terbakar atau menggelap (sunburn).

"Sedangkan, sinar UVA dapat menembus hingga lapisan lebih dalam (dermis) dan dapat menyebabkan kerusakan DNA dan pembentukan kolagen, sehingga berpotensi menyebabkan skin aging dan kanker kulit. Selain perlindungan terhadap sinar UVB, beberapa produk sunscreen juga dilengkapi perlindungan terhadap sinar UV A (broad spectrum)," katanya.

DikatakanTheresia pencantuman fungsi perlindungan sinar UVA sama seperti SPF juga harus dilengkapi dengan hasil laboratorium yang akurat. Ia juga menekankan pentingnya untuk memilih sunscreen yang memiliki kadar SPF yang tepat, dan sesuai dengan klaim yang tertera pada kemasan.

"Di Skinproof kami telah melakukan evaluasi terhadap produk kosmetik dan perawatan kulit, termasuk sunscreen dari beberapa produk ternama, untuk memastikan bahwa SPF yang diklaim telah sesuai dengan kandungan pada produk sunscreen tersebut," tutupnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Mohammad Zaki Alatas

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.