AS Fokus pada Reformasi Bank Dunia dan Pendanaan Baru pada KTT G-20

Kamis, 07 Sep 2023, 00:00 WIB

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan akan fokus pada reformasi Bank Dunia dan mendesak bank pembangunan multilateral lain untuk meningkatkan pinjaman bagi perubahan iklim dan proyek infrastruktur selama pertemuan puncak para pemimpin G-20 di India.

"Itulah salah satu fokus utama kami menjelang G-20, mewujudkan agenda yang secara mendasar membentuk kembali dan meningkatkan skala bank pembangunan multilateral, khususnya Bank Dunia," kata Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, kepada wartawan, di Washington, Selasa (5/9).

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden — Sumber: ISTIMEWA

Dikutip dari The Straits Times, pemerintahan Biden mendorong Bank Dunia, yang didirikan untuk mengentaskan kemiskinan menjelang berakhirnya Perang Dunia II, sebagai mitra pinjaman luar negeri Tiongkok.

Kepala Eksekutif Bank Dunia, Ajay Banga, telah mendorong perluasan program perubahan iklim dan kelaparan, serta meningkatkan daya pinjaman bank melalui peraturan pendanaan dan neraca baru.

Memperluas Pembiayaan

Gedung Putih pada akhir Agustus meminta Kongres untuk memberikan dana tambahan sebesar 3,3 miliar dollar AS sebagai bagian dari permintaan anggaran tambahan untuk memperluas pembiayaan pembangunan dan infrastruktur secara signifikan melalui Bank Dunia guna menawarkan pendanaan yang kredibel kepada negara-negara, sebagai alternatif pinjaman dan proyek infrastruktur Republik Rakyat Tiongkok yang bersifat memaksa dan tidak berkelanjutan.

"Kami tahu bahwa lembaga-lembaga ini adalah salah satu alat paling efektif yang kami miliki untuk memobilisasi investasi yang transparan dan berkualitas tinggi ke negara-negara berkembang," kata Sullivan pada Selasa.

"Dan itulah sebabnya, AS memperjuangkan upaya besar yang sedang dilakukan untuk melibatkan lembaga-lembaga ini sehingga mereka mampu menghadapi tantangan saat ini dan masa depan".

Biden juga akan meminta G-20 untuk memberikan keringanan utang yang berarti bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Seperti dikutip dari Antara, sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada Bank Dunia mengenai harapan dari negara-negara berkembang untuk terciptanya sistem keuangan global yang lebih adil.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.