Ekspektasi Kenaikan Inflasi AS Meningkat
Jumat, 01 Sep 2023, 10:44 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah jelang akhir pekan ini meskipun pelemahannya bersifat terbatas. Pelemahan dipengaruhi kenaikan ekspektasi inflasi di Amerika Serikat (AS) sehingga akan mendorong bank sentral setempat (The Fed) menaikkan kembali suku bunga acuannya.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (1/9), bergerak di kisaran 15.200-15.300 rupiah per dollar AS dengan kecenderuangan melemah terbatas.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam penutupan perdagangan, Kamis (31/8), ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.230 rupiah per dollar AS.
Analis Pasar Mata Uang Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah yang terbatas terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi data ekonomi Tiongkok terkait manufaktur Tiongkok yang masih terkontraksi.
"Data Tiongkok yang walau kurang lebih sesuai dengan ekspektasi, namun manufaktur masih terkontraksi dalam 5 bulan terakhir," ujar dia di Jakarta, kemarin.
Data aktual Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Tiongkok mencapai 49,7 atau hampir mendekati ekspektasi sebesar 49,1. Adapun data Tiongkok terkait jasa mencapai 51 dengan ekpektasi 51,1.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Pelemahan Nilai tukar rupiah
-
Kemarau Ekstrem, Pemkot Jambi Distribusikan 1,9 Juta Liter Air Bersih untuk Warga
-
Rupiah Tertekan Potensi Kenaikan Suku Bunga AS - 20 Oktober 2026
-
Rupiah Terancam Melemah - 06 Oktober 2026
-
Penghulu hingga Tokoh Agama Bisa Jadi Agen Perlinsos Bantu Warga Daftar Bansos
-
Rupiah Dibayangi Gejolak MSCI - 19 Oktober 2026
-
Aksi Jual Pasar Teknologi Makin Gencar Di Tengah Kekhawatiran Inflasi AS dan Utang AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.