Presiden Harap Urusan Politik Tidak Ganggu Stabilitas Ekonomi
Rabu, 30 Agu 2023, 00:03 WIBJAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan urusan politik terkait Pemilu 2024 jangan sampai mengganggu stabilitas ekonomi nasional yang telah terjaga dengan baik. Stabilitas itu penting karena kondisi ekonomi dunia yang sedang sulit sehingga tidak mudah mengembalikan ke posisi normal manakala terjadi ketidakstabilan.
"Saya selalu menyampaikan, jangan sampai urusan politik di 2024 mengganggu stabilitas ekonomi kita. Karena kalau terganggu dalam posisi dunia sulit itu kadang-kadang mengembalikannya akan sangat sulit," kata Presiden saat membuka Rapimnas Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (29/8).
Jika stabilitas ekonomi domestik terganggu di tengah situasi global yang sulit seperti saat ini maka upaya pemulihan yang ditempuh, kata Presiden, akan banyak menghadapi kendala.
Oleh karena itu, Jokowi berpesan agar semua pihak mengutamakan kinerja dalam menumbuhkan perekonomian dalam negeri dan tidak perlu tergesa-gesa soal urusan Pemilu 2024.
Saat ini, jelas Presiden, semua negara berada dalam posisi yang tidak mudah. Bahkan, negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Eropa sekalipun juga berada pada posisi yang sulit, baik dari pencapaian pertumbuhan ekonomi maupun dalam upaya mengendalikan harga barang guna menjangkar inflasi. "Harga-harga semuanya membubung tinggi," kata Presiden.
Di salah satu negara Eropa, kata Kepala Negara, justru mengalami kenaikan harga komoditas energi, seperti gas, listrik, dan bensin hingga 700 persen. Jokowi membandingkan dengan kenaikan harga energi secara tipis di Indonesia, namun bisa memancing aksi demonstrasi besar.
"Bayangkan naik 700 persen, di sini naik 10-15 persen demonya tiga bulan. Itu 700 persen, coba mau demo berapa tahun. Betapa sangat sulitnya, harga pangan naik dua kali, naik 50 persen," kata Presiden.
Indonesia, tambah Presiden, masih dapat menjaga inflasi di kisaran angka 3,1 persen, dan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2023 sebesar 5,17 persen. Pencapaian itu membawa Indonesia termasuk tiga terbaik dunia.
"Ekonomi yang baik sekarang ini yang di G20 (Group of 20), Indonesia, India, dan RRT, yang lain-lain sangat berat. Sekali lagi, dunia penuh tantangan, baik itu krisis pangan, krisis energi, maupun geopolitiknya," kata Jokowi.
Tetap Kondusif
Pengamat ekonomi dari Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B. Suhartoko, yang diminta pendapatnya mengatakan stabilitas seperti disampaikan Presiden harus terus dijaga, sebab ancaman bisa datang kapan saja.
"Jangan sampai pemilu justru menimbulkan chaos," kata Suhartoko.
Masyarakat pun diharapkan semakin dewasa, begitu pula aparat keamanan tetap profesional sehingga situasi terjaga dan kondusif. Dengan demikian, dunia usaha tidak terdampak secara signifikan dengan hiruk pikuk Pemilu.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Liga Champions: Arsenal di Atas Angin, Leverkusen Ditantang Bangkit di Emirates
-
Pemkab Bantul Siapkan Rp2,3 Miliar APBD 2026 untuk Perbaikan Infrastruktur Rusak
-
Sudinkes Jaksel: Kasus DBD Banyak Menyerang Remaja dan Dewasa Muda
-
Ribuan Pendaki Padati Dua Gunung di Kerinci Selama Libur Nataru
-
Jakarta Komit Jaga Stabilitas Ekonomi
-
Arus Mudik H-2 Lebaran 2026 Padat Merayap
-
Inggris Pilih Andalkan Armada Kapal Selam dan Menolak Memperluas Pencegahan Serangan Nuklir dengan Jet F-35A
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.