Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas Jangan Teledor, Dinas Kesehatan Jayapura Minta Warga Kampung Waspadai Malaria

📅 Minggu, 27 Agu 2023, 16:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Awas Jangan Teledor, Dinas Kesehatan Jayapura Minta Warga Kampung Waspadai Malaria Doc: ANTARA/Yudhi Efendi
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khairul Lie.

Sentani - Awas jangan teledor, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura di Provinsi Papua meminta warga kampung mewaspadai penularan penyakit malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khairul Lie di Sentani, Minggu, mengingatkan warga untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna meminimalkan risiko penularan malaria.

Penyakit malaria disebabkan olehparasit plasmodium, yang bisa menular ke manusia melalui gigitan nyamukAnophelesbetina yang terinfeksi.

Khairulmenyampaikan bahwa kebiasaan warga kampung buang air kecil dan besar di sembarang tempat membuat mereka berisiko kena gigitan nyamuk perantara penularan parasit penyebab malaria. Oleh karena itu, dia menyarankan warga kampung membangun jamban sehat.

Dia juga mengemukakan pengaruh pengelolaan kegiatan usaha peternakan yang kurang baik terhadap peningkatan risiko penularan malaria di perkampungan.

"Sapi yang di kandang ketika musim hujan bekas injakan kakinya dapat menjadisarang nyamuk," katanya, menambahkan, "Kalau boleh kandang sapi itu jauh dari perumahan."

Guna menekan risiko penularan malaria, Khairulmengatakan, Dinas Kesehatan melakukan penyuluhan mengenai upaya pencegahan malaria serta membagikan kelambu kepada warga kampung.

Menurut dia, pemerintah sudah membagikan kelambu kepada warga di139 kampung. "Setiap rumah bisa peroleh dua sampai tiga kelambu," katanya.

Orang bisa terserang malaria jika digigit oleh nyamuk yang terinfeksi parasit plasmodium.

Menurut siaran informasi di laman resmi Kementerian Kesehatan, nyamukAnophelesbetina yang menjadi perantara penularan parasit penyebab malaria menyimpan telur-telurnya di dalam air.

Selama mengurus telur-telurnya, nyamuk mencari makan dari sore hingga subuh dan dalam proses itu nyamukbisa menularkan parasit plasmodium kepada manusia.

Gejala malaria tidak langsung muncul ketika seseorang terkena gigitan nyamuk pembawa parasit.

Orang dengan imunitas yang baik risikonya terserang malaria lebih kecil. Orang dengan imunitas kurang baik, bisa mengalami gejala malaria 10 sampai 15 hari setelah digigit nyamuk.

Gejala awal malaria biasanya menyerupai flu. Selain itu, mual, muntah-muntah, dan diare juga sering terjadi.

Jika tidak segera ditangani, orang yang terserang malaria bisa sakit parah.Infeksi parasit penyebab malaria yang tidak ditangani dengan cepat bisa menyebabkan komplikasi seperti gagal ginjal, kejang-kejang, gangguan mental, tidak sadarkan diri (koma), dan tidak jarang berujung pada kematian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.