Menjajaki Peluang Kerja Sama dengan Tokyo di Bidang Budaya
Selasa, 27 Okt 2026, 23:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Tokyo di bidang kebudayaan dan transportasi, mulai dari pelestarian warisan budaya, pengelolaan museum, pengembangan komunitas kreatif, hingga transportasi perairan dan penggunaan bus ramah lingkungan.
Hal tersebut mengemuka saat Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, bertemu dengan Wakil Gubernur Tokyo, Tomohide Sato, di Tokyo Metropolitan Government, Selasa.
“Kami ingin bertukar pengalaman mengenai pengelolaan kawasan bersejarah seperti Asakusa dan Kagurazaka, khususnya dalam melibatkan masyarakat dan pelaku usaha,” kata Rano dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta.
Di bidang kebudayaan, Jakarta menjajaki peluang kerja sama untuk memperkuat dukungan bagi komunitas kreatif. Pengalaman Tokyo, termasuk melalui Arts Council Tokyo, menjadi salah satu referensi yang ingin dipelajari, terutama terkait dukungan pendanaan, penyediaan ruang kreatif, dan pengembangan program kebudayaan yang dekat dengan masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan ambisi Jakarta memperkuat posisinya sebagai Kota Sinema. Untuk itu, Jakarta berharap dapat bertukar pengalaman dengan Tokyo dalam mengembangkan industri dan fasilitas perfilman, memberikan dukungan kepada para sineas, serta memanfaatkan film sebagai sarana promosi pariwisata dan penguatan identitas kota.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengusulkan pertukaran pengetahuan antarpengelola museum dari kedua kota.
Rano berharap kerja sama dengan Tokyo dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan mengenai pengelolaan koleksi, pengembangan pameran, pemanfaatan teknologi digital, serta penyelenggaraan program yang mampu menarik minat pengunjung, terutama anak-anak dan generasi muda.
Sementara di bidang transportasi, Jakarta ingin meningkatkan konektivitas perairan menuju Kepulauan Seribu untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, kelancaran distribusi barang, dan pengembangan pariwisata.
“Kami ingin mempelajari pengalaman Tokyo dalam pengelolaan transportasi perairan yang aman, terjangkau, dan andal, termasuk kerja sama dengan operator, pembiayaan layanan, serta integrasi antarmoda,” kata Rano.
Menurut Rano, Jakarta juga tertarik mempelajari pengalaman Tokyo dalam mengembangkan transportasi publik yang ramah lingkungan, khususnya melalui penggunaan bus hidrogen dan bus listrik.
Pertukaran pengetahuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi Jakarta dalam mengkaji biaya operasional, ketersediaan pasokan energi, infrastruktur pengisian, dan pemeliharaan kendaraan, serta menyesuaikan penerapannya dengan kebutuhan dan karakteristik rute transportasi publik di Jakarta.
Melalui pertemuan ini, Jakarta berharap kemitraan dengan Tokyo yang telah terjalin selama lebih dari tiga dekade dapat terus diperkuat melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
Kerja sama tersebut diharapkan mendukung pengembangan kebudayaan, peningkatan kualitas layanan transportasi, serta terwujudnya kota yang semakin nyaman dan berkelanjutan bagi warganya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!