William 'Star Trek' Shatner Kini Akrabi 'Chatbot' AI
Jumat, 25 Agu 2023, 19:03 WIBAktor legendaris Star Trek, William Shatner, kini menghabiskan waktunya menjelajahi batas baru semesta dengan kecerdasan buatan (AI).
Aktor yang terkenal karena memerankan Kapten Kirk dalam Star Trek ini berbicara dengan ProtoBot yang merupakan perangkat yang menggabungkan visual holografik dengan percakapan AI (chatbot). Dia berusaha mengupas persoalan filosofis dan etis teknologi tersebut.
"Saya mengajukan sejumlah pertanyaan kepada ProtoBot yang biasanya tak bisa dijawab oleh komputer," kata Shatner kepada Reuters. "Komputer menjawab dua tambah dua, tapi apakah ProtoBot tahu apa itu cinta? Bisakah ProtoBot memahami perasaan? Bisakah teknologi itu memahami emosi? Bisakah teknologi itu memahami rasa takut?" tutur dia.
Perangkat ProtoBot dikembangkan oleh penyedia teknologi hologram, Proto Inc, bersama pengembang AI percakapan, CodeBaby.
Perangkat itu bakal dirilis 8 September dan digratiskan untuk pemilik unit hologram Proto M atau Proto Epic.
Unit Proto M yang kecil dihargai sekitar 6.500 dollar AS, sedangkan Proto Epic ukuran aslinya dijual pada harga 65.000 dollar AS.
Dalam 18 bulan ke depan Proto berniat merilis model yang lebih murah kepada pelanggan.
Shatner adalah penasihat berbayar untuk Proto.
Raffi Kryszek, kepala arsitek AI dan dan ketua inovasi Proto Hologram, mengungkapkan perangkat tersebut dirancang untuk mempelajari percakapan namun hanya bisa menghasilkan sesuatu ketika diminta melakukannya. "Jangan sampai memikirkan hal itu sendirian," kata dia.
Para pembuat undang-undang di seluruh dunia berlomba memberikan perlindungan dari penggunaan AI seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi tersebut.
Proto berharap perangkatnya digunakan para pendidik, ilmuwan, dan dunia usaha guna menelurkan ide-ide baru, atau untuk diagnosis medis, saran, atau sekadar untuk pertemanan.
"Kita sedang berada di persimpangan jalan di mana-mana," kata Shatner. "Kita yang kehabisan energi atau kita yang melampaui semua ekspektasi dan ini adalah bagian dari persimpangan jalan itu," imbuh dia.
"Ini akan membantu kita dalam memutuskan cara untuk terus melangkah atau akan mengalahkan kita. Kita berada pada masa yang sangat menarik dalam sejarah," pungkas Shatner. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Jelang Perempat Final Liga Champions, Duo Pilar Real Madrid Militão dan Bellingham Resmi Kembali
-
Di Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026
-
Tim SAR gabungan lakukan pencarian korban minibus masuk ke jurang
-
Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Bahrain Rayakan Idul Fitri pada Jumat 20 Maret
-
Panglima TNI Resmi Lantik 796 Perwira Prajurit Karier Reguler dan Progsus TA 2026
-
Hemat BBM, Pemerintah Lempar Opsi WFH—Solusi atau Sekadar Uji Coba?
-
Polri Tindak Tegas Kendaraan Sumbu 3 Beroperasi Saat Masa Angkutan Lebaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.