Tingkatkan Pelayanan, Lapas Luwuk Buka Layanan Wartelpas untuk Narapidana
Selasa, 22 Agu 2023, 00:07 WIBLuwuk - Tingkatkan pelayanan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, membuka layanan Warung Telekomunikasi Lapas ("Wartelpas") sebagai sarana bagi narapidana berkomunikasi dengan keluarga secara gratis.
"Ini salah satu kebijakan kam, karena narapidana tidak dibolehkan membawa telepon seluler ke dalam blok atau ruang tahanansehingga kami buka layanan ini untuk memudahkan komunikasi mereka dengan keluarganya," kata Plt Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk Syahruddin di Luwuk, Senin.
Ia menjelaskanlayanan "Wartelpas" sudah berjalan sekitar tiga bulan sebagai bentuk terobosan yang merupakanbagian pembinaan di mana "Wartelpas" ini menggunakan telepon seluler dengan durasi komunikasi 10 menit per narapidana.
Otoritas lapas menyediakan ruangan khusus dengan penjagaan ketat oleh petugasdan layanan ini dibuka setiap hari kerja untuk mengakomodasi 320 narapidana berkomunikasi dengan keluarga mereka, katanya.
"Ruang komunikasi menjadi hiburan bagi merekakarena setiap hari bisa berkomunikasitanpa harus keluarga maupun kerabatnya datang berkunjung. Meski begitu layanan kunjungan tetap dibuka," ujarnya.
Selain komunikasi lewat telepon, katanya, narapidana bisa mengakses sambungan telepon video atauVideo Cellyang mana pihak otoritas lapas menyediakan jaringan internet dalam menunjang layanan tersebut.
Selain "Wartelpas", kata dia, pihaknya menyiapkan ruangan khusus untuk kunjungan bagi keluarga narapidana setiap hari kerja mulai pukul 08.00 Wita-11:30 Wita.
"Setiap pengunjung tidak diizinkan menggunakan sepatu, ini dilakukan guna mencegah penyelundupan barang-barang yang tidak diperbolehkan. Kami menyiapkan sandal untuk pengunjung. Pemeriksaan barang bawaan di pintu masuk tetap dilakukan sesuai protapnya," ucap Syahruddin.
Ia menambahkanbentuk terobosan lain dilakukan otoritas Lapas Luwukberupa pemberdayaan narapidana melalui peningkatan keterampilan dengan tujuan setelah mereka selesai menjalani pembinaan pemasyarakatan bisa mandiri.
"Harapannya setelah mereka kembali ke lingkungan masyarakat bisa hidup mandiri karena sudah memiliki keterampilan untuk membuka kegiatan usaha," kata dia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pasukan Yaman Mengeklaim Lancarkan Serangan Drone Presisi ke Kelompok Houthi
-
Rupiah Melemah 36 Poin ke Rp17.547, Investor Tunggu Data Inflasi AS
-
Minat Punya Anak Menurun, Krisis Demografi Jepang Makin Dalam
-
Garuda Spark Innovation Hub: Babak Baru Pengembangan Inovasi Daerah
-
Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
-
BMKG Ungkap Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar hingga Teluk Lampung
-
Marc Marquez Menang di MotoGP Misano 2026 Usai Unggul Poin Atas Jorge Martin
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.