Diduga Jadi Mata-mata AS, Tiongkok Selidiki Seorang Pegawai Pemerintah

Senin, 21 Agu 2023, 15:35 WIB

BEIJING - Tiongkok pada Senin (21/8) menuduh seorang pegawai pemerintahnya menjadi mata-mata untuk Amerika Serikat, insiden spionase kedua yang diumumkan negara ini dalam sebulan.

Beijing menerapkan undang-undang anti-spionase yang telah direvisi bulan lalu yang memberi otoritas lebih dari sebelumnya untuk menghukum apa yang mereka anggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

Ket. Foto: Siluet seorang penjaga paramiliter terlihat berdiri saat bendera Tiongkok dikibarkan dalam sebuah upacara di Lapangan Tiananmen di Beijing pada 8 Agustus 2008. — Sumber: NEWSWEEK/AFP/BEHROUZ MEHRI

Kasus yang diumumkan pada Senin (21/8), yang masih dalam penyelidikan, melibatkan seorang pria berusia 39 tahun bernama Hao yang bekerja untuk kementerian yang tidak disebutkan namanya, kata Kementerian Keamanan Negara (MSS) dalam sebuah pernyataan.

Hao sedang belajar di Jepang ketika dia berkenalan dengan seorang karyawan kedutaan AS saat permohonan visa dan menjalin "hubungan dekat" dengannya, kata kementerian itu.

Pria itu kemudian memperkenalkan Hao kepada kolega lain, seorang agen Central Intelligence Agency (CIA) yang membujuk Hao untuk mulai menjadi mata-mata untuk agen AS saat akan kembali ke Tiongkok, katanya.

Hao menandatangani kontrak dan menerima pelatihan AS, sebelum mendapatkan pekerjaan di pemerintahan sesuai instruksinya, menurut MSS.

Hao "melakukan beberapa kontak rahasia dengan personel CIA di dalam negeri untuk memberikan informasi intelijen dan mengumpulkan dana spionase" saat bekerja di sana, sebelum ketahuan, kata kementerian itu.

Sebelumnya pada Agustus, MSS menerbitkan rincian tentang kasus spionase CIA yang melibatkan seorang pria berusia 52 tahun bernama Zeng yang memberi "informasi rahasia inti" untuk mendapatkan uang.

Zeng dikirim ke Italia untuk belajar, di sana dia berteman dengan seorang agen CIA yang ditempatkan di kedutaan AS di Roma.

Agen tersebut meyakinkan Zeng untuk memberikan "informasi sensitif tentang militer (Tiongkok)" dengan imbalan "kompensasi dalam jumlah besar" dan bantuan bagi Zeng dan keluarganya untuk pindah ke Amerika Serikat, kata MSS.

Revisi undang-undang anti-spionase Beijing baru-baru ini telah menakuti banyak bisnis AS yang beroperasi di Tiongkok karena hubungan antar kedua negara terus menurun.

Dalam undang-undang baru, "mengandalkan organisasi spionase dan agen mereka" serta memperoleh "dokumen, data, materi, dan barang yang terkait dengan keamanan dan kepentingan nasional" secara tidak sah dapat dianggap sebagai tindakan mata-mata.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.