Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Kediri rancang aplikasi monitoring stunting

📅 Jumat, 18 Agu 2023, 23:30 WIB | Oleh:
Pemkot Kediri rancang aplikasi monitoring stunting Doc: ANTARA/HO-Pemkot Kediri
Ket. Sekda Kota Kediri Bagus Alit.

Kediri - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, saat ini merancang sebuah aplikasi dashboardberbasis website yang akan digunakan untuk memonitor penanganan stunting di kota ini.

Sekda Kota Kediri Bagus Alit mengemukakan bahwa aplikasidashboardpenanganan stunting yang memantau mulai dari hulu sampai hilir adalah keputusan bersama, antara OPD, Sekda dan Wali Kota Kediri.

"Dalam melakukan penangan stunting, apa yang kami lakukan dan kerjakan perlu untuk dimonitor. Untuk bisa memonitor perlu adanya data dari masing-masing dinas terkait, yang nantinya akan disatukan dalam sebuah aplikasi yang akan dibangun oleh Diskominfo," katanya di Kediri, Jumat.

Ia menambahkan dalam merancang dan membuat aplikasi ini, memerlukan data-data yang detail dan selalu terbarudari masing-masing dinas terkait, baik dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial atau Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Kediri.

"Untuk bisa mewujudkan aplikasi ini, kami tidak bisa lagi bekerja secara individual. Setiap OPD harus memberikan data yang sebenar-sebenarnya, mendetail dan cepat agar aplikasi ini dapat segera dibangun oleh Diskominfo dan bisa segera digunakan pemangku jabatan yaitu Wali Kota Kediri dalam membuat kebijakan," kata dia.

Ia berharap, seluruh OPD dapat berkolaborasi dan bekerja sama dengan baik agar aplikasidashboardyang dirancang tersebut dapat dibuat sesuai dengan kebutuhan Pemkot Kediri, Pemprov Jatim, dan pemerintah pusat.

"Saya akan mengawal perancangan dan pembuatan aplikasi ini sampai selesai. Saya berharap pengumpulan data bisa terselesaikan dengan cepat dan Diskominfo bisa segera menyediakan aplikasi yang bisa menampilkan data-datadashboarduntuk intervensi spesifik maupun sensitifyang tersaji secarareal time," kata dia.

Kepala Diskominfo Kota Kediri Apip Permana mengatakan aplikasi dashboard yang sedang dirancang Diskominfo Kota Kediri ini disesuaikan dengan kebutuhan indikator Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (Ran-Pasti) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat guna memonitor penanganan stunting di setiap daerah.

Ia menambahkan terdapat 20 indikator yang telah ditentukan. Sebanyak sembilan indikator dari intervensi spesifik atau penyebab langsung dan 11 indikator intervensi sensitifatau penyebab tidak langsung.

"Data dari semua indikator tersebut kami kumpulkan dari Dinkes, Dinsos dan DP3AP2KB Kota Kediri. Dengan rapat koordinasi, kami berharap OPD terkait dapat segera memberikan data yang kami butuhkan dengan tepat, cepat dan realtime," kata Apip.

Ia juga mengatakan bahwa dengan aplikasi ini, nantinya Wali Kota Kediri dapat membuat kebijakan-kebijakan terkait penanganan stunting di kota ini dengan data terpadu yang terdapat pada satu portal, yaitu aplikasi dashboard.

"Saat ini untuk mendapatkan data dari 20 indikator RAN-PASTI dan membuat kebijakan. Wali Kota Kediri harus melihat dari berbagai aplikasi baik itu aplikasi dari pemprov atau pemerintah pusat. Setelah adanya aplikasi ini, nantinya akan semakin memudahkan Wali Kota Kediri dalam memantau dan membuat kebijakan terkait penanganan stunting di kota ini," ujar dia.

Di Kota Kediri, jumlah balita stunting mengalami penurunan. Pada 2022 ada 941 balita dan pada 2023 turun menjadi 778 balita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.