Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KBRI tampilkan keragaman Indonesia dalam Festival Anggrek ASEAN

📅 Selasa, 15 Agu 2023, 23:54 WIB | Oleh:
KBRI tampilkan keragaman Indonesia dalam Festival Anggrek ASEAN Doc: ANTARA/HO-KBRI Singapura
Ket. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Singapura menampilkan keragaman budaya Indonesia dalam Festival Anggrek ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) di Garden by The Bay Singapura pada Senin (14/8).

Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Singapura menampilkan keragaman budaya Indonesia dalam Festival Anggrek ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) di Garden by The Bay Singapura pada Senin (14/8).

"Di antara negara anggota ASEAN lainnya, Indonesia memiliki keberagaman budaya yang sangat luar biasa," ujar Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo melalui rilis pers KBRI yang diperoleh ANTARA, Jakarta, Selasa.

Suryo mengatakan keberagaman tersebut ingin ia tunjukkan kepada masyarakat di Singapura secara umum dan pengunjung Garden by the Bay secara khusus.

Dalam festival tersebut, sebanyak 35 seniman tari Indonesia tampil dan menarik perhatian ribuan pengunjung.

Festival anggrek tersebut digelar oleh Gardens by the Bay Singapura bekerja sama dengan Kedubes Indonesia dan Thailand, serta Komisi Tinggi Brunei Darussalam dan Malaysia di Singapura.


Festival anggrek diadakan karena anggrek dianggap sebagai bunga penting di masing-masing lima negara.

Data menunjukkan bahwa anggrek merupakan salah satu bunga nasional Indonesia, bunga negara bagian Sarawak di Malaysia, dan menjadi aspek integral ekonomi Thailand yang bergantung pada ekspor tumbuhan.

Di hutan Brunei Darussalam, beberapa spesies anggrek paling langka di dunia juga dapat ditemukan. Sementara di Singapura, anggrek tidak hanya menjadi bunga nasional, tetapi juga menjadi mediasoft diplomacy, melalui penamaan spesies anggrek.

Lebih dari tujuh ribu anggrek yang dipamerkan dalam festival tersebut memiliki asal-usul yang dapat dilacak mulai dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Selain anggrek hibrida, terdapat juga spesies asli dari masing-masing negara yang dipamerkan, beberapa di antaranya dikembangbiakkan sendiri oleh para peneliti Gardens by the Bay.


Selain memamerkan berbagai jenis anggrek dari negara-negara ASEAN, pameran arsitektur hingga budaya juga digelar di Flower Dome Gardens by The Bay bertajuk Orchid Extravaganza: Orchid of the East Tropics.

Pameran tersebut merupakan kerja sama lintas negara terbesar yang dilakukan oleh Gardens by the Bay hingga saat ini.

Selain memamerkan anggrek, Indonesia sendiri juga menampilkan keragaman budaya Tanah Air, dari Sabang hingga Merauke, dengan representasi Rumah Toraja.

Rumah Toraja, yang juga dikenal sebagai Tongkonan, merujuk pada rumah-rumah tradisional yang ditemukan di kalangan kelompok etnis Toraja di Sulawesi Selatan.


Koordinator Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Singapura, Juviano Dos Santos Ribeiro mengatakan bahwa program tersebut juga menjadi bagian dari keketuaan Indonesia dalam ASEAN untuk tahun ini.

Garden by the Bay menjadi lokasi strategis untuk pelaksanaan festival karena taman tersebut merupakan taman buatan yang dikontrol dan dikelola dengan teknologi tinggi.

"Selama 2022 saja, Garden by the Bay dikunjungi hamper 9 juta pengunjung," jelas Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Singapura, Satrya Wibawa.

Oleh karena itu, selain pameran anggrek, KBRI Singapura juga menampilkan pertunjukan budaya Indonesia yang merepresentasikan keberagaman seni tradisi Indonesia.

Penampilan itu diharapkan dapat memberikan impresi positif terhadap Indonesia, terutama dalam upaya memulihkan industri pariwisata Indonesia setelah didera pandemi COVID-19.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.