Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tahun Ini Bakal Turun
Jumat, 11 Agu 2023, 08:51 WIBJAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penghimpunan dana di pasar modal Indonesia dapat mencapai sebesar 200 triliun rupiah pada 2023. Sampai 9 Agustus 2023, pasar modal Indonesia berhasil menghimpun dana mencapai 165,22 triliun rupiah dari semua instrumen di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan upaya penghimpunan dana pada tahun ini akan lebih berat, apabila dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 233 triliun rupiah dari semua instrumen. Alasannya, dia menyebut belum meredanya volatilitas di tingkat global, ditambah momentum menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang akan mempengaruhi penghimpunan dana.
"Dalam target kita, tahun ini 200 triliun rupiah. Itu melihat kondisi 2023 yang berbeda dengan 2022. Ketidakpastian global belum reda, lalu ada juga election (Pemilu 2024), itu akan mempengaruhi penghimpunan dana," ujar Inarno dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 46 pasar modal Indonesia di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (10/8).
Dari sisi pencatatan efek, sampai 9 Agustus 2023, BEI telah berhasil menorehkan 62 pencatatan efek saham dengan nilai fund raised sebesar 49,15 triliun rupiah, 70 emisi obligasi, 2 Exchange-Traded Fund (ETF) baru, 1 Efek Beragun Aset-Surat Partisipasi (EBA-SP), dan 82 Waran Terstruktur sepanjang tahun 2023.
Sampai 8 Agustus 2023, jumlah investor pasar modal Indonesia yang tercatat pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meningkat 1,15 juta investor menjadi 11,47 juta Single Investor Identification (SID) investor saham, obligasi, dan reksa dana.
Perkuat Integritas
Dalam kesempatan sama, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar bertekad untuk terus memperkuat integritas pelaku pasar modal, sehingga akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Dia menyebut penguatan integritas pasar modal tersebut, salah satunya untuk meningkatkan perlindungan terhadap investor dan masyarakat.
"Kami terus tingkatkan integritas. Integritas pelaku pasar, integritas anggota bursa, integritas produk-produknya, integritas perusahaan- perusahaan emiten, lintas profesi pengendalian pasar modal, SRO, dan pengawas serta regulatornya," ujar Mahendra.
Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna meyakini jumlah perusahaan pendatang baru atau yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia dapat kembali memecahkan rekor pada tahun ini. Sebelumnya, BEI telah memecahkan rekor dengan mencatatkan sebanyak 59 perusahaan pendatang baru di pasar modal Indonesia pada 2022, atau terbanyak sejak 1992 (sejak privatisasi BEI).
Sampai awal pekan ini, tercatat 55 perusahaan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) di BEI, dengan dana dihimpun mencapai 48,8 triliun rupiah. Nyoman mengungkapkan masih terdapat 36 calon emiten yang mengantre untuk IPO, yang mana sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang listing akan ditempatkan pada papan pengembangan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
AHY Dorong Hunian TOD di Kota Besar untuk Atasi Keterbatasan Lahan
-
Satgas Pangan Maluku Perketat Pengawasan terhadap Distributor
-
Whoosh Ngebut Lagi, 62 Perjalanan Siap Layani Penumpang
-
La Liga Spanyol: Real Madrid Tundukkan Atletico dalam Laga Derby, Barcelona Menang Tipis atas Rayo
-
RSUD Yowari Disorot, Wamendagri dan Wamenkes Komit Perbaiki Layanan Kesehatan Papua
-
Wabup Lombok Tengah Peringatkan Pedagang: Jangan Mainkan Harga Sembako Jelang Lebaran
-
Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani Melaju ke Final Swiss Open 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.