Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Luncurkan GRITA untuk Keselamatan Tunagrahita

📅 Jumat, 11 Agu 2023, 01:05 WIB | Oleh:
Kemensos  Luncurkan GRITA untuk Keselamatan Tunagrahita Doc: koran jakarta/Muhamad Ma’rup
Ket. LUNCURKAN GRITA -- Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini, usai Peluncuran GRITA, di Jakarta, Kamis (10/8). GRITA diluncurkan sebagai respons dan early warning system terhadap situasi rentan yang mungkin membahayakan dan mengancam keselamatan tunagrahita.

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) meluncurkan Gelang untuk Tunagrahita (GRITA) untuk membantu keselamatan para tunagrahita. Adapun sebelumnya, Kemensos juga telah meluncurkan Gelang untuk Tunarungu dan wicara (GRUWI) dengan fungsi yang sama.

"Saya punya ide ini karena banyak anak anak dilakukan kekerasan seksual terutama anak tunagrahita," ujar Mensos, Tri Rismaharini, usai Peluncuran GRITA, di Jakarta, Kamis (10/8).

Dia menerangkan, GRITA diluncurkan sebagai respon dan early warning system (sistem peringatan dini) terhadap situasi rentan yang mungkin membahayakan dan mengancam keselamatan tunagrahita.

GRITA juga dapat digunakan sebagai aksesoris sehari-hari karena memiliki bentuk yang menarik, ringan, dan nyaman.

Risma menambahkan, GRITA memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) yaitu kecerdasan buatan yang mendeteksi denyut nadi seseorang melalui heart sensor (sensor nadi) dan membandingkannya dengan batas tertentu. Jika denyut nadi melebihi batas tersebut, maka sirine akan berbunyi dan lampu akan berkedip menyala.

"Ini sebagai penanda adanya kondisi darurat untuk menarik perhatian lingkungan sekitar sehingga dapat membantu penggunanya," jelasnya.

Dia mengungkapkan, GRITA dan GRUWI akan diproduksi dan disalurkan secara bertahap dengan jumlah sesuai kebutuhan mengingat anggaran kementerian yang terbatas. Dalam proses produksi, pihaknya melibatkan para penyandang disabilitas.

"Jadi orang-orang disable kita pekerjakan dan gaji. Mungkin kita bisa buat lebih tapi enggak sebanyak yang sebetulnya sesuai kebutuhan gitu," katanya.

Risma menyebut, inovasi tersebut sudah memiliki hak paten untuk merek dari Kementerian Hukum dan HAM. Sampai saat ini, pihaknya masih berusaha memenuhi kebutuhan gelang bagi para disabilitas yang tidak mampu, tanpa melibatkan swasta.

"Sebetulnya saya ingin tapi saya khawatir kalau harganya mahal kemudian kami tidak bisa bantu anak-anak yang nggak mampu," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.