FSGI Sebut Perundungan di Sekolah Masih Marak

Selasa, 08 Agu 2023, 01:10 WIB

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo, mengatakan perundungan di sekolah masih marak terjadi. Korban perundungan tidak hanya pada siswa, tetapi juga menimpa guru dan tenaga kependidikan.

"Jumlah korban perundungan di satuan pendidikan total 43 orang yang terdiri dari 41 peserta didik ayau 95,4 persen dan 2 guru 4,6 persen," ujar Heru, dalam keteranganya kepada awak media, Minggu (6/8).

Ket. Foto: Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo. — Sumber: istimewa

Dia menerangkan, data tersebut merupakan data yang pihaknya kumpulkan berdasarkan jumlah perundungan di satuan pendidikan selama Januari hingha Juli 2023. Jumlahnya yaitu 16 kasus dengan 4 di antaranya terjadi pada bulan Juli 2023 disaat tahun ajaran 2023/2024 belum berlangsung satu bulan.

Heru menambahkan, dari 16 kasus perundungan di satuan pendidikan, sebagian besar kasus perundungan terjadi di satuan pendidikan di bawah kewenangan Kemendikbudristek 87,5. Sedangkan untuk satuan pendidikan di bawah kewenangan Kementerian Agama hanya 12,5 persen.

"Dari 16 kasus perundungan di satuan pendidikan, mayoritas terjadi dijenjang pendidikan SD 25 persen dan SMP 25 persen; SMA 18,75 persen dan SMK 18,75 persen); sedangkan di MTs 6,25 persen dan Pondok Pesantren 6,25 persen," tandasnya.

Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, mengatakan wilayah kejadian perundungan di satuan Pendidikan meliputi 8 (delapan) dan 15 (limabelas) kabupaten/kota. Menurutnya, dalam tiap kasus yang terjadi pihak daerah harus mengevaluasi, mengasesmen psikologi, serta tetap memastikan hak pendidikan bagi anak tetap terpenuhi.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.