PUPR Sebut Paradigma Compact City Penting bagi Pembangunan Kota

Kamis, 03 Agu 2023, 11:05 WIB

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan compact city atau kota kompak menjadi paradigma penting dalam pembangunan dan pembiayaan sebuah kota.

"Pembangunan sebuah kota harus dipandang sebagai potensi sumber pembiayaan bagi kota itu sendiri, serta perlu menggunakan paradigma compact city yang memungkinkan adanya cross-subsidy pembiayaan," ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna dalam seminar daring National Urban Forum yang diikuti di Jakarta, Kamis (3/8).

Herry mencontohkan pembangunan jaringan yang berdampak pada pembangunan kawasan yang pada akhirnya akan melayani permintaan dari kebutuhan masyarakat perkotaan.

"Saya sering menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur dan pembangunan perkotaan selayaknya dibangun oleh infrastruktur ataupun perkotaan itu sendiri. Membangun infrastruktur itu seperti membangun harapan dengan harapan, karena infrastrukturnya sendiri belum tersedia tetapi kita bagaimana membangunnya dengan sumber daya yang akan tercipta oleh infrastruktur itu sendiri," katanya.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat urbanisasi tertinggi di dunia, sebanyak 56,7 persen jumlah penduduk tinggal di wilayah perkotaan pada tahun 2020 serta akan mengalami kecenderungan peningkatan sekitar 72,8 persen pada tahun 2045.

Tingginya tingkat urbanisasi dan jumlah penduduk di kota-kota besar Indonesia berdampak pada terlampauinya daya dukung lingkungan yang mengakibatkan banyak permasalahan di perkotaan, antara lain meningkatnya masalah sosial, meningkatnya jumlah permukiman kumuh akibat kurangnya ketersediaan perumahan terjangkau, menurunnya kualitas lingkungan, meningkatnya produksi emisi gas rumah kaca, dan meningkatnya tingkat kerentanan terhadap bencana alam.

Untuk memastikan kota dapat memberikan peluang dan kehidupan lebih baik ke depannya, penting untuk memastikan inklusivitas pada tiga pilar yakni spatial inclusion, economic inclusion, dan social inclusion.

Perkotaan yang inklusif membutuhkan penyediaan perumahan, air dan sanitasi yang terjangkau. Dalam hal sosial inclusion, kota yang inklusif menjamin persamaan hak dan partisipasi masyarakat, serta economic inclusion berarti kota yang inklusif menciptakan lapangan pekerjaan dan kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan manfaat daripada pertumbuhan ekonomi.

Dalam rangka mewujudkan kota yang inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan pada tahun 2030 maka Kementerian PUPR terus berkomitmen untuk target Sustainable Development Goals(SDGs).

Dalam praktiknya saat ini pembangunan perkotaan masih berbasis satuan proyek infrastruktur yang dibangun secara parsial dan belum mempertimbangkan proyeksi demand penduduk pada masa mendatang.

"Untuk menjawab tantangan pembangunan dan pembiayaan perkotaan berkelanjutan serta inklusif, maka perencanaan pembangunan perkotaan harus dikemas secara terpadu dengan sumber, skema, dan instrumen pembiayaannya," kata Herry.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Iran Ancam Anggap Musuh Siapa Pun yang Ikut Blokade Ekonomi AS

Kanada Balas Tarif Trump, Siap Bidik Baja hingga Elektronik AS

Tragedi Shalat Jumat di Nigeria: Masjid Diserbu Geng Motor, 60 Jemaah Raib Diculik

Modus Baru, Penipu di Kamboja Jual Jasa 'Anti-Banned' untuk Kuras Data Medsos

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.