Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TNGGP: Penurunan Suhu di Puncak Gunung Karena Kemarau

📅 Rabu, 02 Agu 2023, 16:30 WIB | Oleh:
TNGGP: Penurunan Suhu di Puncak Gunung Karena Kemarau Doc: ANTARA/HO-TNGGP
Ket. Kondisi di puncak Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat, mengalami fenomena es karena penurunan suhu yang terjadi akibat kemarau, sehingga pendaki diminta membawa peralatan lengkap.

CIANJUR -- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cianjur, Jawa Barat, mencatat penurunan suhu di puncak gunung karena musim kemarau, sehingga pendaki diminta untuk lebih mempersiapkan fisik, peralatan standar, dan jaket saat melakukan pendakian.

Kepala Balai Besar TNGGP Sapto Aji di Cianjur Selasa, mengatakan suhu udara yang turun drastis di musim kemarau membuat embun dan air membeku, sehingga dengan suhu udara tersebut dapat membuat pendaki rentan mengalami hipotermia.

"Fenomena es di puncak Gunung Gede Pangrango sedang terjadi seperti yang viral di media sosial tampak tanaman, tenda, hingga jaket pendaki diselimuti es tipis seperti salju, sehingga kami minta pendaki untuk membawa peralatan mendaki lengkap," katanya.

Seiring Fenomena alam yang juga terjadi di sejumlah pegunungan di Indonesia karena musim kemarau telah tiba, pihaknya menyiagakan petugas, dibantu volunteer, warga dan pelaku wisata lain untuk mengevakuasi pendaki yang mengalami hipotermia.

Suhu udara di puncak Gunung Gede Pangrango ungkap dia, mengalami penurunan hingga ke titik beku, sehingga terjadi fenomena tanaman, bebatuan, dan tenda pendaki yang terpasang diselimuti es.

"Untuk menjaga tidak terserang hipotermia, pendaki juga diminta menggunakan jaket tebal dan membawa perbekalan makan yang cukup selama berada di puncak gunung. Tentunya yang kami ingatkan pendaki harus dalam kondisi sehat saat melakukan pendakian," katanya.

Sapto juga meminta pendaki mengikuti aturan yang berlaku terutama menjaga kebersihan selama mendaki dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak merusak atau mengganggu tanaman yang dilindungi di sepanjang jalur pendakian hingga puncak gunung.

"Semua pendaki harus pintar, tidak meninggalkan sampah makanan yang dibawa guna menjaga kelestarian dan kebersihan alam termasuk di jalur pendakian," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.