Khofifah Terima Gelar Adat Minahasa 'Ina Ne Kawanua Jawa Timur'
Senin, 31 Jul 2023, 18:28 WIBSURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima anugerah gelar adat Minahasa "Ina Ne Kawanua Jawa Timur" dari Dewan Pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Jatim, Minggu (30/7).
Ina Ne Kawanua Jawa Timur yang memiliki arti "Ibu Masyarakat Minahasa Jawa Timur" itu diberikan atas kepedulian Gubernur Khofifah terhadap masyarakat dari berbagai latar budaya di Bumi Majapahit.
Penganugerahan gelar ini dipimpin oleh Laksda TNI (Purn.) Frans Wuwung selaku pemandu upacara adat Minahasa dalam Pengukuhan Dewan Pengurus K3 Jawa Timur Masa Bakti 2023-2028 di Surabaya, Minggu malam.
Dalam prosesi Khofifah dijemput dengan tarian adat, diikuti pemasangan selempang adat Kawanua Jawa Timur oleh Egnie Sugijono Rumambi. Setelahnya dilangsungkan serangkaian proses adat oleh Tua-Tua Adat Kawanua Jatim.
Usai prosesi adat, Khofifah menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para Tua-Tua Adat Dewan Pengurus K3 Jatim. Menurutnya, eksistensi Keluarga Kawanua Jatim sangat penting sebagai salah satu pilar untuk menegakkan persaudaraan dan persatuan dalam kebhinnekaan.
"Prosesi majelis adat Minahasa Kawanua adalah prosesi merekatkan persaudaraan dan persatuan dengan tetap menjunjung tinggi keberagaman . Kami menyampaikan terimakasih bahwa gelar Ina Ne Kawanua ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa kita saling barsaudara," ungkapnya.
Dia optimis, gelar Ina Ne Kawanua Jatim ini akan menjadi penguat kontribusi Jawa Timur dalam mewujudkan persatuan Indonesia.
"InsyaAllah kita akan bersama dengan masyarakat Kawanua dimana saja, se Indonesia. Saya beberapa kali ke Alor, NTT dan dianugerahkan Mamak Alor. Saya ke Papua bahkan hampir semua wilayah Papua Tengah dan mendapat gelar Mamak Papua, dan sekarang Ina Ne Kawanua ini melengkapi bagaimana kita menjadi bagian dalam kehidupan bangsa diantara beragam adat dan budaya," terang Khofifah.
Ia pun menggarisbawahi peran besar kearifan lokal masyarakat Minahasa dalam membangun harmoni di Bumi Majapahit. Kawanua akan menjadi kekuatan yang membangun _harmonious partnership_ antara adat budaya dan semua tradisi yang ada di Jatim.
"Ini merupakan sebuah ekspresi budaya, karena di Jatim ini proses akulturasi budayanya luar biasa," imbuhnya.
Khofifah menambahkan, keberadaan suku Minahasa di Jatim dapat mewujudkan Indonesia sebagai Multicultural Nation State atau negara dengan kemajemukan budaya yang besar. Sehingga, Jatim bukan hanya memiliki lima keunikan budaya yaitu Mataraman, Madura, Arek, dan Osing Tengger dan Tapal Kuda, tetapi ada juga kelompok masyarakat lain yang diwadahi komunitas seperti K3.
"Kami menyambut baik kerukunan yang terkomunikasikan dengan pola pelestarian adat. Konvergensi dengan adat Minahasa dan Jatim sudah terbangun sangat baik. Mudah-mudahan persaudaraan ini menjadi penguatan sebagai warga bangsa yang menjunjung persatuan dan persaudaraan dalam koridor NKRI," tegasnya.
Sementara itu, Ketua K3 Periode 2023 - 2028 Noufry Rondonuwu, menjelaskan, Khofifah lauak menerima gelar adat tersebut karena mampu tampil sebagai pemimpin yang mengayomi seluruh lapisan masyarakat selama menjabat sebagai gubernur Jatim.
"Kami memandang beliau sebagai orang tua angkat masyakat Minahasa. Dan ini akan terus melekat, meskipun sudah tidak menjabat gelar Ina Ne Kawanua tidak akan pernah luntur," tegasnya.
Noufry berharap keberadaan Kerukunan Keluarga Kawanua Jawa Timur bisa menjadi wadah yang diandalkan oleh seluruh Keluarga Kawanua di Jatim, untuk bersosialisasi dan berkarya.
"Dengan semangat itu pula kami bisa melakukan lebih banyak lagi dalam membangun bangsa dan negara Indonesia. Harapannya, kami bisa memberi dampak bagi NKRI, utamanya menjadi pelopor dalam pemersatu bangsa dalam menjaga kedaulatan," tandasnya.
- Khofifah Indar Parawansa
- Komunitas Teman Kelinci
- Gelar
- Pemprov Jatim
- Minahasa Tenggara
- Masyarakat Adat
- Kabupaten Minahasa
- Suku Adat
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Untuk Triwulan Pertama, Pendapatan Jakarta Sudah Rp8,7 Triliun
-
Proyek Sekolah Rakyat Jateng 2 Capai 30,3 Persen, Kementerian Sosial Targetkan Selesai Juni 2026
-
Antre ke Bantargebang, TPS Pekayon Jaktim Tampung Ton Sampah Per Hari
-
Iran Ogah Berunding Dibawah Blokade
-
Dibangun dari Tuban Sampai Gresik, Khofifah dan Wamen KP Bahas Percepatan Pembangunan Giant Sea Wall
-
Ratusan Eks Karyawan Situbondo Belum Terima Hak, Perusahaan Janji Bayar Dicicil
-
Barasuara Tampil di Nipah Park Makassar, Pengunjung Melonjak 21 Persen Tembus 11 Ribu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.