Tiongkok Tuding AS Jadikan Taiwan Gudang Amunisi

Minggu, 30 Jul 2023, 14:13 WIB

TAIPEI - Tiongkok menuduh Amerika Serikat mengubah Taiwan menjadi "gudang amunisi" setelah Gedung Putih mengumumkan paket bantuan militer senilai 345 juta dolar AS untuk Taiwan.

Kantor Urusan Taiwan Tiongkok mengeluarkan pernyataan pada Sabtu (29/7) malam, menentang bantuan militer ke Taiwan yang diklaim Tiongkok sebagai wilayahnya.

Ket. Foto: Tentara berjaga di depan peluncur rudal Patriot. — Sumber: Taiwan News

"Tidak peduli berapa banyak uang rakyat yang ... dihabiskan pasukan separatis Taiwan, tidak peduli berapa banyak senjata AS, itu tidak akan menggoyahkan tekad kami menyelesaikan masalah Taiwan, atau menggoyahkan keinginan kuat kami mewujudkan reunifikasi negara kami, ibu pertiwi," kata Chen Binhua, juru bicara Kantor Urusan Taiwan.

"Tindakan mereka mengubah Taiwan menjadi tong mesiu dan depot amunisi, memperparah ancaman perang di Selat Taiwan," bunyi pernyataan itu.

AS pada Jumat (28/7) meluncurkan paket bantuan militer senilai 345 juta dolar AS untuk Taiwan yang dirancang untuk meningkatkan dengan cepat kemampuan Taiwan mencegah kemungkinan invasi Tiongkok.

Paket yang menurut seorang pejabat menampilkan peralatan intelijen, pengawasan dan pengintaian serta amunisi senjata kecil, akan diambil dari cadangan AS sendiri, memungkinkan pengirimannya lebih cepat dari biasanya.

Ini adalah "kemampuan yang dapat digunakan Taiwan untuk meningkatkan pencegahan sekarang dan di masa depan", kata seorang juru bicara Pentagon.

Kementerian Pertahanan Taiwan berterima kasih kepada Washington "atas komitmen kuatnya terhadap keamanan Taiwan".

"Otoritas Penarikan Kepresidenan adalah dukungan penting lainnya untuk pertahanan diri Taiwan selain penjualan senjata," kata juru bicara kementerian Sun Li-fang.

"Taiwan dan AS akan terus bekerja sama erat dalam masalah keamanan untuk menjaga perdamaian, stabilitas, dan status quo di Selat Taiwan."

Paket tersebut merupakan tambahan darihampir 19 miliat dolar AS penjualan militer F-16 dan sistem senjata utama lainnya yang telah disetujui AS untuk Taiwan.Pengiriman senjata-senjata itu terhambat oleh masalah rantai pasokan yang dimulai selama pandemi Covid-19 dan diperburuk oleh tekanan basis industri pertahanan global yang diciptakan oleh invasi Rusia ke Ukraina.

Taiwan berpisah dari Tiongkok pada 1949 dalam perang saudara.

Presiden Tiongkok Xi Jinping mempertahankan hak Tiongkok untuk mengambil alih pulau yang sekarang memiliki pemerintahan sendiri itu, jika perlu dengan kekerasan.

AS mempertahankan kebijakan "Satu Tiongkok" di mana ia tidak mengakui kemerdekaan resmi Taiwan dan tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan pulau itu untuk menghormati Beijing.Namun, undang-undang AS mensyaratkan pertahanan yang kredibel bagi Taiwan dan bagi AS untuk memperlakukan semua ancaman terhadap pulau itu sebagai masalah "perhatian serius".

Tahun lalu, militer Tiongkok menggelar dua latihan besar di sekitar Taiwan, mensimulasikan serangan yang ditargetkan dan memblokade pulau itu.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: CNA

Berita Terbaru

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.