- Home
-
- Luar Negeri
-
- Donald Trump Hadapi Dakwaa...
Donald Trump Hadapi Dakwaan Baru dalam Kasus Dokumen Rahasia
Jumat, 28 Jul 2023, 14:59 WIBWASHINGTON - Jaksa penuntut AS pada Kamis (27/7), mengajukan dakwaan baru terhadap mantan presiden Donald Trump dan menuduh karyawannya membantu menghindari pejabat yang mencoba menyelamatkan dokumen keamanan nasional yang diambil dari Gedung Putih.
Dilansir CGTN, Trump mengecam Departemen Kehakiman AS karena "penyalahgunaan" dan mengatakan "inilah yang Anda dapatkan" karena memimpin jajak pendapat untuk Gedung Putih pada 2024, Fox News melaporkan.
Penasihat Khusus AS Jack Smith mengajukan tiga tuntutan pidana baru terhadap Trump, sehingga totalnya menjadi 40, dan mendakwa seorang pekerja pemeliharaan di resor Mar-a-Lago, Carlos De Oliveira, dengan tuduhan konspirasi menghalangi penyelidikan, menuduhnya membantu Trump menyembunyikan dokumen.
De Oliveira (56) mengatakan kepada pekerja lain di resor tempat Trump tinggal bahwa "bos" menginginkan video keamanan properti di Florida dihapus setelah Departemen Kehakiman memanggil mereka.
Jaksa juga mendakwa De Oliveira berbohong kepada FBI saat wawancara sukarela, mengklaim dirinya tidak terlibat dalam pemindahan kotak dokumen rahasia di Mar-a-Lago.
Tuduhan itu diumumkan beberapa jam setelah Trump mengatakan pengacaranya bertemu dengan pejabat Departemen Kehakiman yang menyelidiki upayanya membatalkan kekalahannya dalam pemilu 2020, sebagai tanda bahwa serangkaian tuntutan pidana lainnya dapat segera dilakukan.
"Ini tidak lebih dari upaya putus asa dan putus asa oleh Keluarga Biden dan Departemen Kehakiman mereka untuk melecehkan Presiden Trump dan orang-orang di sekitarnya," kata tim kampanye Trump dalam sebuah pernyataan.
Trump mengaku tidak bersalah di Miami bulan lalu atas tuduhan secara tidak sah menyimpan dokumen rahasia pemerintah setelah meninggalkan jabatannya pada 2021 serta menghalangi penyelidikan.Jaksa menuduhnya mempertaruhkan beberapa rahasia keamanan nasional AS yang paling sensitif.
Trump adalah mantan presiden AS pertama yang menghadapi tuntutan pidana dan telah didakwa dua kali tahun ini, sekali di New York atas kasus suap bintang porno dan sekali atas kasus dokumen rahasia.
Trump dijadwalkan disidang pada Maret 2024 di New York dan Mei 2024 di Florida.Tim Penasihat Khusus Smith mengatakan dalam pengajuan terpisah mereka akan bekerja untuk memastikan dakwaan baru tidak akan menunda persidangan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
KP2MI Targetkan 500 Ribu Talenta Lewat Program SMK Go Global hingga 2029
-
Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik
-
Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara
-
Nyesek! Sempat Kejar Dua Set, Timnas Voli Putra Indonesia Malah Kena Hajar Kamboja di Final!
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
-
Menko PMK Ajak Anak Berani Laporkan Kasus Kekerasan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.