RI Cari Pemimpin Bermental 'Leader' Bukan 'Dealer'

Kamis, 27 Jul 2023, 00:01 WIB

JAKARTA - Masyarakat Indonesia harus cerdas dalam menentukan dan memilih pemimpin yang otentik dan bermental leader, bukan sekadar dealer yaitu jadi perantara, tetapi miskin gagasan, tidak bisa kerja, tetapi dia hanya pandai beretorika.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Koran Jakarta, Rabu (26/7), mengatakan publik harus cerdas menentukan pilihannya. Publik saat ini disuguhkan oleh realita yang semu yaitu membongkar kepalsuan atau dalam teori komunikasi adalah realitas yang berealitas, realitas yang dilebih-lebihkan.

Ket. Foto: Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo — Sumber: ISTIMEWA

"Realitas yang sebenarnya hanyalah semu di permukaan karena pemimpin yang otentik bukan sekadar dealer yaitu jadi perantara, tetapi miskin gagasan, tidak bisa kerja, tetapi dia hanya pandai beretorika," tuturnya.

Pakar komunikasi politik ini menyampaikan dinamika politik semakin hari semakin cair, pertemuan ketua-ketua partai politik menjadi pemberitaan yang tiap hari diliput oleh media massa.

Benny menyebut partai-partai politik saling menyandera disebabkan keinginan Ketua Umum Parpol menjadi salah satu bakal Calon Wakil Presiden. Hal itu menjadikan pertarungan politik menjadi sulit untuk memprediksi partai-partai politik mendeklarasikan presiden dan wakil presidennya.

Benny, yang juga dikenal sebagai budayawan, mengatakan diperlukannya kecerdasan publik untuk menentukan calon pemimpin masa depan, pemimpin yang otentik dan mampu mengantarkan Indonesia ke dalam pintu gerbang kemerdekaan yaitu membangun peradaban dunia internasional.

Punya Karakter Kuat

Pemimpin ke depan adalah pemimpin yang punya karakter kuat untuk memajukan Indonesia di kancah dunia internasional, lanjut Benny, yaitu seorang yang mampu memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusianya untuk mempercepat menjadi negara yang maju dan modern.

"Carilah pemimpin yang sejati, bukan sekadar pemimpin itu hanya kemampuan citra yang mengekor keberhasilan orang lain, tetapi tidak punya potensitas dalam memberikan arah pembaharuan dan arah kebijakan bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Selain itu, dikatakan Benny, mencari pemimpin dapat dilihat dari rekam jejak dan aktivitasnya selama dia memimpin, baik itu saat menjadi gubernur, menteri, ataupun pejabat negara.

Lebih jauh, Benny mengatakan rekam jejak itu akhirnya mendidik masyarakat untuk lebih rasional. Maka, seorang pemimpin harusnya memiliki visi dan visi yang terbesar adalah membuat rakyat mengalami kegembiraan, kesenangan.

"Maka dibutuhkan loncatan tidak lagi reaktif melihat orang dari sosoknya, tidak lagi melihat seorang pemimpin itu dari kemampuan beretorika berapi-api, meledak-ledak, tentunya tidak melihat pemimpin itu bersandar kepada kesuksesan yang lain, tetapi pemimpin yang orisinil adalah pemimpin yang mampu memahami jantung hati rakyat," jelasnya

Menurut Benny, pemilih terbesar dalam pemilu nanti adalah generasi X dan Z. Ia mengharapkan media sosial bisa menjadi sarana untuk mencerdaskan generasi X dan Z untuk memilih pemimpin berdasarkan rasionalitas, bukan emosional.

Ia juga menambahkan dalam memilih pemimpin harus dilihat bahwa pemimpin itu terbukti mampu membuat rakyatnya mesem, guyub, dan membuat rakyat bahagia. Sejauh mana mereka melayani rakyat dan sejauh mana mereka berbuat untuk rakyat.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.