Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transformasi PAUD Penting Atasi Ketertinggalan Masa Belajar

📅 Rabu, 26 Jul 2023, 12:41 WIB | Oleh:
Transformasi PAUD Penting Atasi Ketertinggalan Masa Belajar Doc: Istimewa
Ket. Direktur SEAMEO CECCEP, Vina Adriany dalam forum Southeast Asia Policy Dialogue on Early Childhood Care and Education (SEA PD on ECCE), di Jakarta, Rabu (26/7).

JAKARTA - Indonesia menggandeng negara-negara di Asia Tenggara (Asean) untuk mempercepat transformasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal tersebut penting demi mengatasi ketertinggalan masa belajar akibat dampak Pandemi Covid-19.

"Perlunya penguatan program transisi PAUD ke SD sebagai upaya mengurangi, mengatasi ketertinggalan masa belajar dan tumbuh kembang pada anak usia dini yang sempat diperparah oleh situasi pandemi Covid-19," ujar Direktur Southeast Asia Ministers of Education Organization Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), Vina Adriany, dalam forum Southeast Asia Policy Dialogue on Early Childhood Care and Education (SEA PD on ECCE), di Jakarta, Rabu (26/7).

Dia menyebut, para menteri pendidikan dari 11 negara kawasan Asia Tenggara hadir dalam dalam konferensi internasional tersebut. Terdapat 5 topik bahasan seputar Pendidikan Pengasuhan Anak Universal dan Transisi ke Pendidikan Dasar, Pengaruh Lokal & Global pada PAUD, PAUD Holistik dan Terintegrasi, Membangun Ketahanan PAUD, dan Pendidikan Pengasuhan Anak.

"Nantinya, selain mendapatkan laporan dari tiap negara (country report), dari sesi dialog kebijakan diharapkan lahir deklarasi atau komitmen bersama para Menteri pendidikan di Asia Tenggara di bidang PAUD dan scoping study program PAUD di Asia Tenggara," tandasnya.

Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril, menerangkan, momentum transisi PAUD selaras dengan peran pemerintah Indonesia sebagai Ketua Asean ke-5. Dia berharap, adanya konferensi tersebut bermanfaat dan bermakna dalam rangka memajukan PAUD di kawasan Asean.

Dia menambahkan, pemerintah terus konsisten melakukan modifikasi kurikulum agar responsif terhadap perkembangan zaman. Pemerintah juga menyusun metode pembelajaran bervariasi, serta membuka peluang kolaborasi yang melibatkan sektor swasta.

"Saya berharap konferensi hari ini menjadi kesempatan bagi negara-negara Asean untuk menyatukan berbagai gagasan dengan saling berbagi praktik baik dalam penyediaan layanan PAUD yang berkualitas. Bersama-sama kita dapat membangun masa depan yang lebih baik, dimulai dari komitmen yang lebih kuat dalam meningkatkan kualitas layanan PAUD," jelasnya.

Head of Early Childhood Education and Development (ECED) Tanoto Foundation, Eddy Henry mengatakan, kegiatan Filantropi terkini sudah mengalami perubahan. Perubahan ini turut mempengaruhi program utk anak usia dini agar dapat tumbuh dan berkembangoptimal.

Penyelenggaraan Dialog Kebijakan PAUD di Asean dan Konferensi Internasional ke-3 tentang PAUD dan Pengasuhan Anak berlangsung pada 25-26 Juli 2023. Konferensi tersebut merupakan hasil kerjasama antara Kemendikbudristek bersama Sekretariat Asean, Tanoto Foundation, SEAMEO CECCEP, dan Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.