Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Promosikan Prinsip Ekonomi Sirkular di Asean

📅 Rabu, 26 Jul 2023, 12:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI Promosikan Prinsip Ekonomi Sirkular di Asean Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bekerja sama dengan Sekretariat Asean menyelenggarakan Forum Dialog Kebijakan Regional tentang Ekonomi Sirkular yang diharapkan mampu mempromosikan prinsip-prinsip ekonomi sirkuler di seluruh wilayah Asean.

"UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian regional di wilayah Asean. Terdapat lebih dari 70 juta UMKM di Asean, namun tingkat ekspor rata-rata UMKM di Asean masih rendah, yaitu sekitar 18 persen," kata Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman saat menghadiri Forum Dialog Kebijakan Regional tentang Ekonomi Sirkular di Gedung Sekretariat Asean di Jakarta, Selasa.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh negara-negara anggota Asean dan pemangku kepentingan Asean Access (task force, national focal point dan network partner) tersebut, Hanung menuturkan transisi hijau di negara tujuan ekspor ASEAN semakin menurunkan tingkat ekspor karena negara tujuan ekspor mulai memberlakukan regulasi ketat yang mencegah impor barang yang terkait dengan degradasi lingkungan.

"Maka dari itu, penting untuk memperkenalkan model bisnis yang ramah lingkungan antara lain dengan model ekonomi sirkular," ucapnya.

Menurut dia, ekonomi sirkular merupakan sistem ekonomi yang bertujuan untuk menghilangkan limbah dan memaksimalkan penggunaan sumber daya dengan menjaga siklus penggunaan, pemakaian kembali, dan regenerasi yang berkesinambungan. Ini mewakili pergeseran paradigma dari model linear tradisional "ambil-produksi-buang" menjadi pendekatan yang lebih berkelanjutan dan regeneratif.

"Pada intinya, ekonomi sirkular bertujuan untuk menciptakan sistem berkelanjutan di mana produk, material, dan sumber daya dirancang, diproduksi, dan dikelola dengan cara yang meminimalkan dampak lingkungan dan mendorong kemakmuran sosial dan ekonomi," ucapnya.

Dampak Transformasional

Adopsi prinsip-prinsip ekonomi sirkular yang berhasil di wilayah Asean, lanjutnya, memiliki potensi dampak transformasional. Praktik ekonomi sirkular akan mengurangi jejak karbon, meminimalkan pembentukan limbah, dan melestarikan sumber daya alam, sehingga mengurangi degradasi lingkungan.

Ekonomi sirkular adalah konsep memaksimalkan nilai penggunaan suatu produk dan komponennya secara berulang, sehingga tidak ada sumber daya yang terbuang (resource efficiency). Hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Denmark menyebutkan penerapan ekonomi sirkular berpotensi menghasilkan tambahan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2030 sekitar 593-638 triliun rupiah.

Penerapan ekonomi sirkular diperkirakan membantu penciptaan 4,4 juta lapangan kerja hijau pada 2030. Selain itu, implementasi tersebut diyakini dapat menurunkan emisi 126 juta ton CO2, mengurangi limbah sekitar 18-51 persen di sektor prioritas, dan menekan penggunaan air sebesar 6,3 miliar m3.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.