Tes Kekebalan Tubuh terhadap HIV Diperluas

Selasa, 25 Jul 2023, 05:21 WIB

JAKARTA - Tes virus penyebab turunnya kekebalan tubuh (HIV/AIDS) akan diperluas. Tujuannya untuk meminimalkan penyebaran karena sekarang ini angkanya sudah mencapai 79.628 orang. Data tersebut hanya selama periode 2019-Maret 2023.

"Kami sudah tes terhadap428.508 orang pada tahun lalu. Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jakarta sampai dengan Maret 2023 telah menemukan 79.628 kasus HIV/ AIDS," kata Kepala Subkoordinator Bagian Kesehatan Biro Kesejahteraan Sosial Setda Provinsi DKI Jakarta Mariana di Jakarta, Senin (24/7).

Ket. Foto: Penularan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) meningkat dan didominasi Ibu Rumah Tangga. — Sumber: ANTARA/HO/Instagram Dinas Kesehatan DKI

Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga telah menyiapkan 202 fasilitas pemeriksaan HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome)di149 fasilitas perawatan dukungan dan pengobatan. Mereka tersebar di rumah sakit, puskesmas, klinik swasta, dan rumah tahanan.

Mariana menyebut sebanyak 72.442 jiwa sudah mendapat pengobatan Anti Retro Viral (ARV). Namun, hanya 33.590 penyandang HIV atau sekitar 51 persen yang hingga saat ini masih rutin mengonsumsi obat tersebut. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan terhadap 237 ibu hamil. Tujuannya, untuk memastikan anak dalam kandungan tidak terpapar HIV/AIDS.

"Sebanyak 180 dari 237 ibu hamil secara rutin telah menjalani pengobatan ARV dan sembilan bayi yang dilahirkan terpapar HIV," ujar Mariana. Lebih jauh, Mariana minta masyarakat untuk tidak melakukan diskriminasi kepada anak yang terpapar HIV.

"Diperlukan pendukung anak yang hidup dengan HIV, supaya mereka tidak diperlakukan secara diskriminatif," ucap Mariana. Dalam Instagram @dinkesdki, penularan kasus HIV meningkat. Uniknya, mayoritas diderita atau didominasi ibu rumah tangga.

Sebanyak 35 persen ibu rumah tangga terinfeksi HIV. Ini lebih tinggi dari kasus HIV kelompok lainnya seperti suami pekerja seks dan kelompokman sex with man(seks pria dengan pria). Penularan HIV melalui jalur ibu ke anak menyumbang sebesar 20-45 persen dari seluruh sumber penularan HIV.

Dampaknya, 45 persen bayi lahir dari ibu positif HIV akan lahir dengan HIV dan sepanjang hidupnya menyandang status HIV positif. Lalu, terdapat 55 persen ibu hamil yang di tes HIV. Sisanya sebagian besar tidak mendapat izin suami untuk di tes. Dari jumlah tersebut, ada 7.153 positif HIV dan 76 persen belum mendapatkan pengobatan ARV.

Anak dan Ponsel

Problem DKI Jakarta lainnya, menyangkut masalah anak dan ponsel. Menurut penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, perilaku pelajar bermain ponsel (handphone) dalam lingkungan sekolah menjadi tantangan besar bagi guru.

"Saya sering keliling sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA. Ketika saya berkunjung ke sekolah, memang tantangan luar biasa buat guru adalah siswa bermain handphone," ujar Budi.

Karena itu, perlu menggali dan mengarahkan potensi anak agar menjadi generasi emas tahun 2045. Heru mengatakan ini dalam suatu seminar.Dengan kian berkembangnya teknologi informasi dan digitalisasi, maka semakin penting untuk menciptakan landasan kokoh bagi anak-anak agar bisa menjadi generasi emas.

"Saya juga mengajak semua pihak baik orang tua, guru, tenaga pendidik, maupun masyarakat untuk bersama memberikan perhatian bagi tumbuh kembang anak. Bersama kita ciptakan landasan kokoh bagi masa depan anak," ajak Heru.

Selain itu, Heru juga mengingatkan agar semua pihak dapat meningkatkan potensi dalam diri anak-anak. Salah satunya membantu anak agar dapat memilih minat dan bakat sesuai dengan potensi masing-masing untuk masa depan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.