RI Berkomitmen pada Bank Dunia Atasi Perubahan Iklim
Sabtu, 22 Jul 2023, 00:01 WIBJAKARTA - Indonesia menjadi salah satu negara paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Ancaman tersebut berasal dari emisi gas rumah kaca dan peningkatan suhu yang kemudian berujung pada kenaikan permukaan air laut.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani, menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim dan ekonomi hijau pada pertemuan bilateral dengan Presiden Grup Bank Dunia, Ajay Banga, di Gandhinagar India, beberapa hari lalu. Pasalnya, saat ini ekonomi hijau menjadi pilar utama dari strategi transformasi ekonomi Indonesia.
"Indonesia menyambut baik dukungan dari berbagai pihak untuk mengimplementasikan Mekanisme Transisi Energi, terutama dalam mempensiunkan dini pembangkit listrik berbasis batu bara," kata Sri Mulyani, di Jakarta, Kamis (20/7).
Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani turut menyampaikan berbagai upaya reformasi di berbagai bidang yang telah dilakukan pemerintah Indonesia melalui reformasi regulasi, seperti Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), UU Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).
Pertemuan bilateral dilakukan di sela-sela hari kedua Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 ke-3 di bawah Presidensi India yang berlangsung sejak 17 Juli 2023.
Pada hari kedua sekaligus penutup dari pertemuan itu, para menteri keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di India memiliki beberapa topik pembahasan penting yang dilakukan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan menurut hasil penelitian, Indonesia akan terkena dampak sebesar 0,66 persen hingga 3,45 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2030 karena perubahan iklim.
Sementara itu, untuk Indonesia dengan Mekanisme Transisi Energi yang sudah diluncurkan sejak tahun lalu, dapat menjadi uji coba bagaimana bank pembangunan multilateral dan swasta berperan dalam proyek riil.
Sebagai penutup, dirinya juga melakukan pembahasan mengenai sektor keuangan dan inklusi keuangan, di mana dalam pelaksanaannya Indonesia mendukung Financial Stability Board (FSB) dalam mengatur dan mengawasi aset kripto dan stablecoin global.
Penggunaan Batu Bara
Sri Mulyani juga mendorong anak muda Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam menangani tantangan sektor keuangan dari sisi perubahan iklim di level global.
"Saya harap anak-anak muda sekarang yang lebih mendunia, punya rasa percaya diri, dan digital savvy bisa menjadi generasi yang akan benar-benar menghadapi konsekuensi dari perubahan iklim," kata Sri Mulyani.
Menkeu menjelaskan salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan Asean Finance and Central Bank Deputies Meeting-Working Group (AFCDM-WG) ke-3 di bawah Presidensi India adalah perubahan iklim.
Sama seperti pandemi Covid-19, perubahan iklim menjadi masalah yang berdampak besar terhadap dunia. Salah satu aspek yang terkena dampak adalah sektor keuangan sebagai instrumen penting dalam menangani dampak krisis.
Redaktur: andes
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Blackout Sumatera Bongkar Rapuhnya Ketahanan Listrik Nasional
-
Bank Dunia Peringatkan Perang Timur Tengah akan Menyeret Ekonomi Global ke Titik Terendah Pasca-COVID
-
Mendorong Prestasi 23 Peserta MTQ Tingkat Provinsi NTT
-
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, Targetkan 20 Ribu Peserta
-
Suhu Bumi Cetak Rekor Terpanas 11 Tahun, PBB Serukan Aksi Global
-
Diskon Tumbler Estetik di Jakarta Fair 2026, Lock n Lock Obral Potongan hingga 85 Persen
-
Presiden Prabowo Perintahkan ke Seluruh Menteri Bersihkan Pungli dan Korupsi di Birokrasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.