Tingkatkan Kewaspadaan, Kepala BNPT Soroti Muatan Ideologi Kekerasan Dalam Derasnya Informasi

Selasa, 18 Jul 2023, 07:45 WIB

Jakarta - Tingkatkan kewaspadaan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Rycko Amelza Dahniel menyoroti pesan bermuatan ideologi kekerasan dalam derasnya arus informasi yang masuk melalui internet.

"Sekarang sudah tidak bisa dibendung lagi berbagai informasi yang masuk ke seluruh lapisan masyarakat, baik secara langsung, secaraofflineatau luring, maupunonlineatau daring. Ideologi ini masuk, karena sekarang sel-sel yang membangun ideologi kekerasan bukan hanya dengan kegiatan terbuka," kata Kepala BNPT dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Banjir-nya pesan bermuatan ideologi kekerasan tersebut dapat memberi pengaruh kontraproduktif, terutama kepada generasi muda.

Hasil penelitian dalam laporan I-KHub BNPT Counter Terrorism and Violent Extremism Outlook tahun 2023 juga mengonfirmasi kerentanan generasi muda Indonesia.

Interaksionlineatau daring yang belakangan menjadi tren arus utama, terutama pada masa pandemi COVID-19, dimanfaatkan oleh kelompok ekstremis untuk melakukan radikalisasi daring.

"Tiga tahun masa pandemi kita lebih banyak menggunakan interaksi sosialonline. Ternyata ini dimanfaatkan dengan menggunakan radikalisasionlineyang disebut denganonline radicalization," ucapnya.

Darionline radicalizationini, tutur Rycko melanjutkan, kelompok paling banyak meningkat terpapar-nya adalah pemuda, perempuan, dan anak-anak.

Oleh karena itu, dia mengatakan penting bagi pihak yang berkepentingan untuk membangunpublic awarenessatau kesadaran publik.

Publik yang sadar dengan sendirinya tidak akan gampang terjerat janji-janji surgawi yang ditawarkan kelompok radikal ekstrem.

"Sehebat apa pun mereka mengajarkan ideologi kekerasan, kalau masyarakat menolak, enggak akan ada gunanya," ujarnya.

Oleh karena itu, di usia ke-13 BNPT, dia menginstruksikan agar seluruh jajaran BNPT melanjutkan kampanye kontraradikalisasi daring yang sejauh ini terus diperkuat guna membangun kedamaian di ruang digital.

Seluruh jajaran BNPT diminta terus kreatif, terus masif untuk membangun kesadaran publik, baik secara luring turun ke lapangan, maupun daring, sehingga Indonesia yang harmoni dapat terwujud.

"Gunakan berbagai macam platform digital untuk membangun kesadaran publik agar menolak apa pun itu ideologi-nya, yang mengajarkan tentang kekerasan, yang mengajarkan tidak bisa menerima perbedaan, yang mengajarkan untuk membenci sesama ke kelompok, apalagi membenci pemerintah, menentang ideologi kita," tutur dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.