EBT Membuat Bahan Bakar Fosil Tak Ekonomis

Jumat, 14 Jul 2023, 00:04 WIB

BASALT - Rocky Mountain Institute (RMI) dalam sebuah analisis, pada Kamis (13/7), mengatakan pertumbuhan eksponensial energi baru terbarukan (EBT) menekan harga listrik global dan membantu menghilangkan begitu banyak karbon dari sistem tenaga. Kondisi ini membuat bahan bakar fosil tidak lagi ekonomis dan penggunaannya telah mencapai puncaknya.

Laporan yang dirilis dalam ajang Bezos Earth Fund itu menyebutkan, dari Tiongkok hingga Eropa, kapasitas tenaga surya, baterai, dan angin melonjak. Hal itu berarti jaringan listrik dunia harus dapat memenuhi target net-zero pada 2030, membuat permintaan gas, minyak, dan batu bara jatuh bebas.

Ket. Foto: Ladang angin di Vieira do Minho, Portugal, beberapa waktu lalu. Dari Tiongkok hingga Eropa, kapasitas tenaga surya, baterai, dan angin melonjak. — Sumber: PATRICIA DE MELO MOREIRA/AFP

"Permintaan bahan bakar fosil dalam sistem kelistrikan khususnya, telah mencapai puncaknya pada tahun 2022," kata prinsipal senior di RMI, Kingsmill Bondn.

"Ke depan, sangat sulit sebenarnya permintaan bahan bakar fosil untuk tumbuh dari level ini, hanya karena kecepatan pertumbuhan teknologi alternatif ini".

Dikutip dari The Straits Times, pergeseran terjadi saat negara-negara dan industri membangun kembali infrastruktur energi mereka menyusul kekurangan pasokan dan meroketnya harga setelah invasi Russia ke Ukraina. Tingkat penerapan yang tinggi juga menurunkan harga energi terbarukan, membuat hidrokarbon berbiaya lebih tinggi menjadi tidak kompetitif.

Energi Surya

RMI memperkirakan energi surya mengalahkan batu bara di Eropa untuk pertama kalinya, dan panel surya dan turbin angin akan memasok lebih dari sepertiga listrik global pada 2030, dibandingkan dengan sekitar 12 persen saat ini. Sumber-sumber tersebut harus menghasilkan sebanyak 14.000 terawatt-jam, menyalip bahan bakar fosil.

Sementara Tiongkok dan Eropa memimpin pertumbuhan energi bersih, laporan itu mengatakan penerapannya menjangkau bagian lain dunia. Namibia, Belanda, Palestina, Yordania, dan Cile telah meningkatkan tenaga surya dan angin pada tingkat yang cukup untuk lima tahun.

Energi terbarukan sudah dianggap sebagai bentuk listrik yang lebih murah, dengan biaya yang turun selama dekade terakhir. Data menunjukkan biaya surya dan baterai turun 80 persen antara 2012 dan 2022, angin lepas pantai turun 73 persen dan angin darat turun 57 persen.

Peningkatan adaptasi teknologi bersih akan mengurangi separuh harganya pada tahun 2030, jatuh ke level terendah 20 dollar AS per megawatt-jam untuk tenaga surya dari 40 lebih sekarang.

"Perubahan terjadi lebih cepat dari yang kita kira," ujar Christiana Figueres, arsitek Perjanjian Paris tentang iklim, dalam diskusi.

"Tiga kali lipat energi terbarukan pada tahun 2030 tidak dijamin, tetapi lebih mungkin hari ini daripada sebelumnya karena tren eksponensial yang kita lihat," tutupnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

Bikin Geger! Robot Humanoid Kalahkan Rekor Dunia Lari 100 Meter Putra di Beijing

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.