Pembuangan Limbah Nuklir ke Laut Merusak Ekosistem

Selasa, 11 Jul 2023, 10:28 WIB

JAKARTA - Rencana Jepang membuang limbah radioaktif nuklir dari PLTN Fukushima ke Samudera Pasifik akan merugikan nelayan karena berdampak pada area tangkapan ikan. Langkah tersebut selain merusak ekosistem laut juga mengancam kesehatan manusia.

Pengamat Maritim Ikatan Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC), DR. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa merasa prihatin dengan rencana Negara Jepang membuang limbah radioaktif nuklir dari PLTN Fukushima ke Samudra Pasifik. Itu sama saja membuang sampah nuklir ke laut.

Ket. Foto: Foto Udara PLTN Fukushima — Sumber: ANTARA FOTO/REUTERS/KYODO//HP/CF

Ia menolak penggunaan laut sebagai tempat pembuangan limbah radioaktif, sebab berpotensi merusak ekosistem, habitat, dan biota laut serta menurunkan kualitas lingkungan perairan Samudera. "Kerusakan yang ditimbulkan mungkin tidak hanya terjadi dalam jangka waktu pendek, tetapi juga dalam jangka waktu yang panjang,"tegasnya pada Koran Jakarta, Senin (10/7).

Apalagi jika tindakan Jepang kemudian diikuti oleh negara-negara lain di dunia yang merasa hal tersebut sah-sah saja, karena Jepang telah terlebih dahulu melakukannya. "Oleh karena itu, saya dengan tegas menyatakan stop buang limbah radioaktif nuklir ke laut,"tukas Marcellus Hakeng.

Ganggu Nelayan

Hakeng menegaskan bahwa langkah ini sangat berbahaya, karena dapat memiliki dampak negatif yang tidak dapat diukur terhadap kesehatan manusia. Dan perlu diingat lanjut Marcellus Hakeng air laut tidak mengenal batas negara. "Oleh karena itu, saya percaya bahwa hal ini harus ditentang dan negara-negara di seluruh dunia harus bersama-sama menyuarakan penolakan terhadap rencana ini," tandasnya.

Pembuangan limbah radioaktif nuklir juga terangnya akan berdampak pada negara-negara tetangga dan negara-negara Kepulauan Pasifik lainnya. Air akan mengalir melintasi batas-batas negara dengan membawa bahan radioaktif nuklir.

"Pembuangan limbah ini juga akan mengganggu nelayan dalam penangkapan ikan mereka. Mereka berhak khawatir bahwa ikan yang mereka tangkap akan tercemar oleh limbah nuklir tersebut. Menjadi wajar ketika Pemerintah Tiongkok kemudian melarang impor ikan dari Jepang demi melindungi rakyatnya dari kemungkinan gangguan kesehatan yang ditimbulkan," ungkap dia.

Redaktur: andes

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.