Korut Kecam Rencana AS Kerahkan Kapal Selam Nuklir di Dekat Semenanjung Korea

Senin, 10 Jul 2023, 09:10 WIB

SEOUL - Korea Utara pada Senin (10/7) menuduh pesawat mata-mata AS melanggar wilayah udaranya dan mengutuk rencana Washington mengerahkan kapal selam rudal nuklir di dekat semenanjung Korea.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Korut mengatakan penerbangan "provokatif" dilakukan oleh pesawat mata-mata AS bulan ini. Satu pesawat pengintai menyusup ke wilayah udaranya di atas Laut Timur "beberapa kali".

Ket. Foto: Kapal selam bertenaga nuklir USS Michigan mendekati pangkalan Angkatan Laut Korsel di Busan pada 16 Juni 2023. — Sumber: AP

"Tidak ada jaminan bahwa kecelakaan mengejutkan seperti jatuhnya pesawat pengintai strategis Angkatan Udara AS tidak akan terjadi di Laut Timur Korea," kata juru bicara itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan Kantor Berita Pusat Korea.

Juru bicara itu mengutip insiden masa lalu ketika Pyongyang menembak jatuh pesawat AS, dan memperingatkan Amerika Serikat akan membayar spionase udara yang "dipentaskan dengan panik".

Pernyataan itu juga mengecam rencana penyebaran aset nuklir strategis AS ke semenanjung Korea sebagai "pemerasan nuklir yang paling tidak terselubung" ke Korea Utara yang menimbulkan ancaman serius bagi keamanan regional dan global.

"Situasi saat ini jelas membuktikan bahwa situasi semenanjung Korea semakin mendekati ambang konflik nuklir akibat aksi militer provokatif AS," bunyinya.

Washington mengatakan pada April, pihaknya akan mengirim kapal selam balistik nuklir untuk kunjungan pertama ke pelabuhan Korea Selatan dalam beberapa dekade, tanpa menentukan waktunya.

Korea Utara telah melakukan beberapa peluncuran untuk menghilangkan sanksi tahun ini, termasuk uji coba rudal balistik antarbenua yang paling kuat, dan pada Mei lalu mencoba menempatkan satelit mata-mata militer ke orbit.

Amerika Serikat dan Korea Selatan telah meningkatkan kerja sama pertahanan sebagai respons, melakukan latihan militer bersama dengan jet siluman canggih dan aset strategis AS yang terkenal.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.