Militer Rusia Merespons Tudingan Pesawatnya Melecehkan Drone AS

Minggu, 09 Jul 2023, 15:22 WIB

MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia merespons tuduhan Pentagon bahwa pesawat tempur Rusia telah "melecehkan" drone Amerika untuk ketiga kalinya.

Angkatan Udara Rusia sedang melakukan latihan bersama Suriah, sehingga sebagian wilayah udara negara itu tetap terlarang bagi pasukan pimpinan AS, kata Kementerian Pertahanan Rusia menegaskan.

Ket. Foto: Militer AS menuduh jet tempur Rusia berperilaku "tidak aman", mengklaim mereka terbang "sangat dekat" dengan drone Reaper Amerika selama operasi di Suriah. — Sumber: RT/Twitter/USAFCENT

"Pihak Rusia sekali lagi menyatakan keprihatinan tentang pelanggaran sistematis protocol dekonflik terkait penerbangan kendaraan udara tak berawak (UAV) dari apa yang disebut koalisi anti-teroris internasional," kata Wakil Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia untuk Suriah, Laksamana Muda Oleg Gurinov dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (8/7), seperti dikutip RT.

Pada Jumat, Komandan Pusat Angkatan Udara AS Letnan Jenderal Alex Grynkewich mengklaim bahwa "tiga drone MQ-9 sekali lagi diganggu oleh pesawat tempur Rusia saat terbang di atas Suriah," selama tiga hari berturut-turut.

Dia tidak membagikan rekaman insiden kali ini, tetapi menuduh pilot Rusia membuat "18 operan jarak dekat yang tidak professional yang menyebabkan MQ-9 bereaksi untuk menghindari situasi yang tidak aman."

RT melaporkan, pada Rabu, Moskow dan Damaskus memulai latihan pertahanan udara bersama yang dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan bulan ini.Unit-unit peperangan elektronik juga terlibat dalam latihan tersebut, mempersiapkan aksi bersama untuk melawan serangan udara musuh.

Ditanya apakah pesawat tak berawak AS bisa terbang ke area terlarang, juru bicara Pentagon Patrick Ryder bersikeras saat konferensi pers pada Kamis bahwa tidak masuk akal jika Washington yang harus disalahkan.

"Anda .. apakah Anda melihat videonya? .. Jadi untuk menyatakan bahwa entah bagaimana, Anda tahu, ini adalah kesalahan Kami, itu konyol. Jadi, oke?" katanya kepada wartawan.

Ryder melanjutkan, pasukan AS "telah berhasil menyelesaikan konflik dengan Rusia selama bertahun-tahun." Tetapi dia menolak mengatakan apakah AS mengikuti protokol dekonflik kali ini.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.