Atasan Paksa Petugas PPSU Pinjam Uang 'Online'

Sabtu, 08 Jul 2023, 05:21 WIB

JAKARTA - Di tengah banyaknya masyarakat yang terjerat pinjaman online (pinjol), seorang atasan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) malah memaksa anak buah agar meminjam uang online. Kasus ini terjadi di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Tak pelak kasus tersebut membuat geram Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Jumat (7/7).

"Saya minta Inspektorat DKI mendalami masalah PPSU yang dipaksa atasannya meminjamkan uang melalui online hingga koperasi simpan-pinjam," tandas Heru.

Ket. Foto: Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono di Sunter, Jakarta Utara, Jumat (7/7/2023). — Sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza

"Terkait isu tersebut, saya juga baru saja bertanya ke Wali Kota. Kalau memang salah, ya kita proses. Saya minta Inspektorat mendalami kasus tersebut," tandas Heru di Sunter, Jakarta Utara.

Heru menegaskan warga harus berhati-hati dan bijak dalam menggunakan pinjol.

"Ya, memang pinjol ini kalau tidak arif menggunakannya bisa menjadi masalah," ujar Heru. Sebelumnya, Kelurahan Kelapa Gading Barat tengah mengklarifikasi pengakuan seorang petugas PPSU bernama Maulana (53).

Plt Lurah Kelapa Gading Barat, Rahmat Syahputra, di Jakarta Utara, Kamis, mengatakan klarifikasi dimaksudkan untuk membuka fakta dan data terhadap pengakuan Maulana yang diminta meminjamkan pinjaman online oleh seorang staf kelurahan.

"Camat Kelapa Gading sudah minta kelurahan mengusut dugaan kasus tersebut. Saat ini sedang kami klarifikasi," kata Rahmat. Dalam klarifikasi tersebut, Rahmat ingin mencari tahu dulu duduk perkara dugaan kasus tersebut. Klarifikasi juga dilakukan kepada staf Kelurahan Kelapa Gading Barat yang dimaksud oleh pelapor.

"Semuanya kami minta klarifikasi. Mencari tahu duduk perkaranya terlebih dulu," ungkapnya. Dia pun memastikan Kecamatan Kelapa Gading akan melaporkan dugaan kasus itu ke tingkat Wali Kota Jakarta Utara dan Inspektorat Pembantu Kota Jakarta Utara.

"Tentunya ini akan kami laporkan berjenjang ke Wali Kota dan tentunya pihak Inspektorat," kata Rahmat. Sebelumnya diinformasikan, seorang petugas PPSU Kelapa Gading Barat, Maulana (53) menumpahkan keluh kesahnya yang dialami sejak Januari 2022. Dia diminta atasannya untuk meminjam uang ke aplikasi pinjol dengan data pribadi di Lantai II Kantor Kelurahan Kelapa Gading Barat.

Pinjaman pinjol sangat menjerat masyarakat. Maka kasus ini harus dibuka seterang-terangnya untuk mengetahui ada tidaknya yang bersangkutan terkait perusahaan pinjol yang hanya menyengsarakan rakyat.

Kasus Tanah Abang

Sementara itu, Pemprov DKI bekerja sama dengan kepolisiansegera mengatasi persoalan Blok G Pasar Tanah Abangyang terbengkalai. Lokasi itu juga diduga menjadi sarang preman untuk mengonsumsi narkoba. "Kalau menyangkut kriminalitas, kami kerja sama dengan polres," jelas Heru.
Heru mengaku sudah mendengar kabar terkait para pemakai narkoba. Mereka beraktivitas temasuk minuman keras menggunakan bangunan lantai 2 dan 3 Pasar Blok G Pasar Tanah Abang. Blok ini memang sudah lama kosong dan terbengkalai. Sebab tidak ada pedagang yang mau berjualan di sini karena sepi.

Heru minta Wali Kota Jakarta Pusat dan Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengecek lokasi tersebut.??????? "Ya nanti bersama Wali Kota Jakarta Pusat dan Polres kita cek kebenarannya," janji Heru. Sebelumnya, beredar informasi pedagang mengeluh soal aktivitas preman pada malam hari di Pasar Tanah Abang Blok G.

Di lantai 2 Blok G ditemukan bong atau alat isap sabu. Sedangkan di Blok G lantai 3 terdapat banyak pecahan botol minuman keras. Sejak sepi akibat pandemi, lantai 2 dan 3 di sentra busana yang terbengkalai itu beralih fungsi menjadi sarang preman dan pelaku kejahatan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.